Didominasi Segmen Kesehatan dan Lifestyle, Lippo Karawaci Bukukan Revenue Rp3,7 Triliun

Didominasi Segmen Kesehatan dan Lifestyle, Lippo Karawaci Bukukan Revenue Rp3,7 Triliun
Ilustrasi Supermall Karawaci (Dok. PT Lippo Karawaci Tbk)

Jakarta, Properti Indonesia – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 7,3 persen di kuartal III 2022 menjadi sebesar Rp3,7 triliun. Laba bruto dan EBITDA juga mengalami pertumbuhan sebesar 8,3 persen menjadi Rp1,6 triliun dan 3,8 persen menjadi Rp704 miliar. Pertumbuhan tersebut didorong oleh segmen kesehatan dan gaya hidup. 

CEO LPKR, John Riady mengatakan, pendapatan dan laba kotor dari segmen real estat menurun 8,6 persen menjadi Rp920 miliar dan 24,5 persen menjadi Rp357 miliar dibanding kuartal sebelumnya karena adanya perbedaan jadwal serah terima unit dan jenis produk yang terjual.

“Pada kuartal IV 2022 kami berharap pendapatan akan meningkat dengan adanya serah terima unit proyek Cendana Parc,” ujar John Riady dalam siaran pers.

Sementara itu, pra penjualan di periode sembilan bulan pertama tercatat sebesar Rp3,5 triliun atau mengalami penurunan 9,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Prapenjualan di kuartal III 2022 sebesar Rp1 triliun yang menunjukkan penurunan 33,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan dari segmen kesehatan terus meningkat dari kuartal III 2022 dengan peningkatan 15,2 persen dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi Rp2,5 triliun. Pendapatan dari segmen gaya hidup meningkat 1,7 persen menjadi Rp289 miliar. Hal ini disebabkan oleh peningkatan tingkat hunian hotel dan tarif kamar, serta peningkatan jumlah pengunjung mal.

Rata-rata tarif kamar hotel di kuartal III 2022 meningkat 9,7 persen menjadi Rp544 ribu. Dengan tingkat hunian rata-rata meningkat mencapai 69 persen. Meskipun rata-rata kunjungan pengunjung mal di kuartal ketiga mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan high season di kuartal kedua, namun secara keseluruhan terdapat peningkatan sebesar 38,9 persen di sembilan bulan pertama 2022 dibanding periode yang sama tahun 2021.

Adapun pendapatan dari segmen real estat justru menurun sebesar 8,6 persen menjadi Rp920 miliar. Hal ini disebabkan karena ada lebih banyak serah terima unit di kuartal kedua yang sesuai dengan jadwal serah terima. Laba kotor menurun sebesar 24,5 persen menjadi Rp375 miliar, yang diakibatkan adanya perubahan jenis produk yang terjual, di mana ada lebih sedikit serah terima rumah tapak dibandingkan apartemen di kuartal III 2022. Selisih gross profit margin antara apartemen dan rumah tapak berada di kisaran 25-30 persen.

“Perseroan memperkirakan gross profit margin akan membaik pada kuartal berikutnya, seiring dengan akan adanya kegiatan serah terima beberapa proyek rumah tapak yang diluncurkan termasuk Cendana Parc,” lanjut John.

Sebagai informasi, pada 24 September 2022 LPCK meluncurkan seri Cendana Homes pertama di Lippo Cikarang dengan nama Cendana Spark. LPCK telah menjual 151 unit per 30 September 2022 dengan total penjualan Rp142 miliar. Kemudian pada 1 Oktober 2022, LPKR meluncurkan seri Cendana Homes di kawasan Lippo Village bernama Cendana Botanic yang terjual sebanyak 117 unit.

LPKR juga telah memperkenalkan produk baru yakni Newville di Lippo Cikarang dengan harga mulai dari Rp279 juta per unit, serta proyek apartemen baru di Lippo Village bernama Urbn-X dengan harga mulai dari Rp403 juta per unit.

“Memasuki kuartal terakhir tahun ini, kami akan fokus menyelesaikan serah terima proyek yang tepat waktu dan melakukan beberapa peluncuran baru, sambil mempertahankan kinerja operasional yang baik dari segmen kesehatan dan segmen gaya hidup,” jelas John.

Tags
#Berita Properti #properti #lippo karawaci #lippo cikarang