Data Center Masih Mendominasi Lahan Industri di Jakarta

Data Center Masih Mendominasi Lahan Industri di Jakarta
Ilustrasi data center (freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Knight Frank Indonesia dalam laporan Jakarta Property Highlight mengatakan pada semester pertama tahun 2022, total penjualan sektor industri tercatat di 67,25 persen dengan total luas lahan industri yang terserap di Jabodetabek sebanyak 133 hektar. Sementara itu, kawasan Bekasi masih menjadi kawasan yang menyerap lahan industri terbesar sekitar 38 persen dari total serapan lahan industri di Jabodetabek. 

“Total stok kawasan industri meningkat tipis dari ekspansi land bank yang ada, sementara untuk harga tidak terdapat perubahan berarti, meski masih bisa terlihat terdapat peningkatan pada submarket koridor timur,” ujar Syarifah Syaukat, Senior Research Advisor, Knight Frank Indonesia dalam press conference, Rabu (31/8).

Lanjutnya, terdapat serapan lahan yang terus bertambah dari sektor pusat data (data center). Dalam dua tahun terakhir, data center mendominasi serapan lahan industri di koridor timur. Sementara lima sektor yang masih berpotensi dan berlanjut menyerap lahan selain data center, yaitu chemical, synthetic leather & shoes, logistik, dan building material.

Dalam kesempatan yang  sama, Toni Peredina, Property and Engineering Management Knight Frank Indonesia juga menyebutkan, secara teknis pengelolaan ruang dan manajemen risiko untuk lahan bangunan yang dimanfaatkan oleh data center harus berdasarkan standarisasi Health, Safety and Environtment (HSE) yang ketat.

“Hal ini penting karena data center dengan kualitas internasional yang memiliki tier 4 hanya boleh memiliki downtime 30 menit selama setahun ata uptime sebanyak 99,995% dalam setahun,” jelas Toni.

Tags
#Berita Properti #properti #knight frank #pusat data #lahan industri