Jakarta, Properti Indonesia – Colliers International Indonesia dalam laporan terbarunya bertajuk "Asia Pacific: Industrial and Logistic Property", menyebutkan, ada beberapa wilayah di Asia Pasifik yang sektor industrinya bakal cukup prospektif di tahun 2021, diantaranya Singapura, Tokyo, Taipei, China, Vietnam (Ho Chi Minh) serta Indonesia (Jabodetabek).
“Pemilik Industri memiliki kesempatan tinggi untuk menempatkan operasi manufaktur berteknologi tinggi di pusat seperti Singapura, Tokyo, Taipei, dan China. Vietnam (Ho Chi Minh) dan Indonesia (Jabodetabek) menarik untuk operasi manufaktur lainnya,” ujar Direktur Senior Regional Colliers Asia Pacific Lynus Pook dalam keterangannya, Jumat (23/4) lalu.
Pada kesempatan yang sama, Head of Industrial & Logistic Services Colliers Indonesia Rivan Munansa menjelaskan, dengan adanya kemajuan teknologi banyak bisnis industri yang merambah ke digital.
“Dalam jangka pendek, pusat data memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang di Indonesia. Hal ini terlihat dari besarnya minat investor asing, sementara prospek jangka panjang sektor berbasis teknologi akan memicu kebutuhan dan spesifikasi, serta pergudangan berteknologi tinggi untuk pusat distribusi atau area gudang,” jelas Rivan.
Di Indonesia, sektor industri didominasi oleh layanan otomotif dan penyedia logistik. Namun sektor ini mengalami penurunan permintaan pada tahun 2020 sebanyak 46% dan penurunan harga lahan sebesar 4,1%. Kemudian Bekasi dan Karawang merupakan kawasan yang diprediksi mengalami peningkatan permintaan lahan industri. Serta bisnis yang dijalankan dalam sektor industri saat ini seperti e-commerce, logistik, dan barang-barang konsumsi dapat membantu mendorong permintaan.