Jakarta, Properti Indonesia – Industri pariwisata saat ini telah memasuki fase baru, dan para investor baik lokal, regional dan internasional mulai menunjukkan ketertarikan pada Indonesia. Dengan adanya insentif pengurangan insentif pajak (incentive deduction tax) yang diterbitkan oleh pemerintah untuk meningkatkan peluang investasi pada industri pariwisata khususnya hotel.
Head of Hospitality Services Colliers Indonesia, Satria Wei, mengatakan bahwa pelaku industri dan stakeholder lainnya juga perlu melakukan persiapan dasar yang dapat memastikan investasi yang ditanamkan tersebut memberikan hasil yang baik.
“Oleh karena itu, dibutuhkan dukungan dari seluruh skateholder pada industri ini, seperti dari pemerintah pusat dan lokal, pelaku usaha, supplier, hingga penyedia kebutuhan ketenagakerjaan. Jika semua dapat mendukung persiapan dasar tersebut, maka insentif yang diberikan pemerintah akan meningkatkan ketertarikan investor,” tulis Satria Wei dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (1/10).
Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang baik bagi investor untuk mulai mengatur dan mempersiapkan investasi, sementara pasar secara bertahap mulai berkembang. Keputusan investasi yang dilakukan bukan hanya menjadi follower investment, yang hanya akan mendapatkan sisa-sisa investasi, namun menjadi leader investment yang menciptakan konsumen baru; investasi yang terjadi saat investor lainnya menahan diri atau mundur.
Satria menuturkan bahwa industri perhotelan dan pariwisata di Indonesia berada di posisi “tidur” selama pandemi. Namun, para skateholder industri ini tetap melakukan persiapan untuk menghadapi new normal. Kemudian mulai akhir tahun 2020, industri ini mengalami peningkatan karena pemerintah mulai membuka akses untuk bepergian, walaupun hanya untuk pasar domestik. Meskipun harus kembali tertahan setelah kuartal I-2021 mengingat peningkatan kasus positif Covid-19 yang melonjak pada kuartal kedua.
Kemudian Bali masih menjadi tujuan utama dan akan mengalami peningkatan terlebih dahulu, diikuti dengan tujuan wisata dan hotel di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Labuan Bajo. Bali juga tercatat mengalami kenaikan okupansi hotel hingga 20 persen. Serta jumlah orang yang telah mendapatkan vaksin dosis penuh semakin banyak yang memberikan dorongan untuk mulai kembali bepergian.