Jakarta, Properti Indonesia – Sektor properti di kawasan Asia Pasifik pada kuartal III 2021 masih berada dalam kondisi baik meskipun masih terdapat pembatasan di sejumlah wilayah akibat pandemi Covid-19.
Menurut laporan konsultan properti Colliers International, dalam laporan Asia Pacific Market Snapshot Q3 2021, Kamis (21/10), menunjukkan bahwa pasar properti di kawasan Asia Pasifik bertahan dari putaran terakhir pembatasan perjalanan yang diperkenalkan sebagai tanggapan terhadap Covid-19 varian Delta.
Di Australia, misalnya. Kepercayaan bisnis terus meningkat dikarenakan pasar mulai muncul meskipun ada pembatasan yang terus menerus di wilayah tersebut. Sementara di China, investor membuat kesepakatan di pasar properti.
Kemudian di Hong Kong, sektor industri dan perhotelan memiliki arus modal yang sehat. Ritel di Singapura juga menjadi penggerak utama pada pasar properti. Pasar properti di Jepang juga terbukti tangguh dalam menghadapi pembatasan wilayah yang ketat. Serta di Korea Selatan, pasar di sektor perkantoran terus menunjukkan pertumbuhan positif karena banyaknya permintaan di Seoul.
“Meningkatnya kepercayaan bisnis dikombinasi dengan likuiditas yang cukup baik sehingga transaksi mengalami peningkatan yang melibatkan investor lokal dan asing serta end user, terutama di segmen komersial, di sebagian besar pasar Asia Pasifik di kuartal ketiga 2021,” ujar Managing Director, Capital Markets & Layanan Investasi Asia di Colliers, Terence Tang, dalam keterangan tertulis, Jumat (22/10).
Dirinya memperkirakan bahwa aktivitas akan bergerak lebih tinggi karena investor mulai mencoba membawa negosiasi untuk jangka panjang, serta terlihat untuk mengalokasikan lebih banyak modal mereka di tahun 2021, sebelum tahun ini berakhir.