Jakarta, Properti Indonesia – Terus melonjaknya penyebaran Covid-19 di tengah masyarakat secara tidak langsung semakin mengurangi kepercayaan masyarakat terkait pemulihan ekonomi dan pasar properti secara lokal, regional, hingga nasional.
Ketidakpastian ini bahkan membuat terjadinya penurunan kinerja pada sejumlah subsektor properti seperti perhotelan/pariwisata, ritel, F&B, penyewaan kantor, dan penjualan apartemen.
Head of Capital Markets & Investment Services Colliers Indonesia, Steve Atherton, mengatakan, pada dasarnya bisnis properti akan sangat terlokalisasi dengan berbagai isu yang hadir di tengah masyarakat.
“Nilai dan optimisme yang ada di pasar akan dibangun atas dasar berita baik termasuk kesuksesan sebuah proyek. Saat ini, berita baik yang beredar cukup terbatas, sehingga pasar masih dalam keadaan menunggu perkembangan,” ujar Steve dalam keterangan tertulisnya yang diterima Properti Indonesia, Senin (5/7).
Steve mengaku jika penyebaran Covid-19 yang terus melonjak akan semakin menambah tekanan profitabilitas di sektor properti sehingga mengalami penurunan yang cukup dalam.
"Pada akhirnya banyak konsumen dan para penyewa properti yang berharap adanya insentif atau diskon dan harga sewa yang lebih terjangkau," tutur Steve.
Karena itu dirinya menyarankan agar investor dapat lebih selektif dalam melakukan investasi di kondisi pandemi saat ini dan memilih kelas aset paling aman.