BTN: Kuota KPR FLPP Selalu Kurang

BTN: Kuota KPR FLPP Selalu Kurang
Salah satu proyek perumahan FLPP (Mita DS / Properti Indonesia)

Jakarta, Properti Indonesia - Kuota pembiayaan rumah melalui skema KPR FLPP atau fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan kepada MBR selalu mengalami kekurangan dari permintaan yang ada dan selalu habis sebelum bulan Desember tahun berjalan. Demikian disampaikan manajemen BTN yang diwakili Wakil Direktur Utama, Nixon, L.P Napitupulu, dalam acara Public Expose Tahunan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk tahun 2021, pada Kamis,(9/9) lalu yang diselenggarakan oleh PT Bursa Efek Indonesia. 

Dalam paparan laporan hasil public expose tahunan yang juga ditampilkan di Bursa Efek Indonesia tersebut, BTN memperkirakan kuota FLPP untuk tahun ini akan habis pada bulan Oktober 2021 mendatang. Meski begitu, untuk mengakomodir permasalahan tersebut, bank BTN memiliki alternatif KPR subsidi lain yaitu KPR BP2BT yang merupakan KPR dengan subsidi dari pemerintah untuk down payment hingga Rp40 juta dan suku bunga fixed selama 10 tahun. “Namun memang jenis KPR BP2BT ini kurang dilirik apabila dibandingkan KPR FLPP,” sebut manajemen BTN.

Selain itu, Bank BTN juga memiliki TWP-AD atau Tabungan Wajib Perumahan Angkatan Darat) dengan mekanisme yang hampir sama dengan FLPP dan Kredit Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) yang telah berjalan.

Tags
#Developer #Berita Properti #BTN #FLPP #BEI