Jakarta, Properti Indonesia – Pengembang properti PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) membukukan pra penjualan sebesar Rp4,7 triliun pada semester I 2022. Angka tersebut setara 61 persen dari target tahunan pra penjualan tahun 2022 sebesar Rp7,7 triliun. Direktur BSDE Hermawan Wijaya menjelaskan, kinerja penjualan ditopang oleh produk residensial. Produk tersebut dalam enam bulan pertama 2022 membukukan angka pra penjualan sebesar Rp3 triliun.
“Pencapaian tersebut setara kontribusi 64 persen terhadap total penjualan BSDE sepanjang enam bulan pertama,” ujar Hermawan dalam keterbukaan informasi, Jumat (5/8).
Hermawan menambahkan, produk-produk residensial yang diminati pembeli terutama di BSD City, seperti di The Blizfield, Myza (Breezy House), Vanya Park (Askara Nue), Tanakayu Jiva dan Svani, Kiyomi dan Kanade The Zora (pasar segmen atas untuk rumah tapak), Laurel dan Marigold Nava Park (pasar segmen premium), serta ruko di kawasan bisnis BSD City seperti Northridge dan Latinos Business District. Serta produk di luar BSD City antara lain Grand Wisata (New Westfield, Z Living) dan Kota Wisata (Mississippi, Nashville).
Produk lainnya juga turut memberikan kontribusi positif. Seperti produk komersial termasuk kavling komersial, strata title (apartemen) dan ruko mencapai Rp1,4 triliun atau mewakili kontribusi 31 persen terhadap total penjualan. Penjualan tersebut terdiri dari Rp541 miliar dari kavling komersial yang dijual sebagian besar di BSD City, Rp316 miliar dalam strata title, dan Rp570 miliar dari pertokoan dan ruko/rukan.
Selain itu, pada semester I 2022 ini tercatat penjualan tanah joint venture senilai Rp275 miliar atau setara dengan 6 persen dari total penjualan. BSDE juga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp3,83 triliun. Pencapaian tersebut setara pertumbuhan 17,87 persen secara tahunan. Sedangkan pencapaian pada tahun lalu sebesar Rp3,25 triliun.
“Segmen penjualan tanah, bangunan dan stratat title membukukan pencapaian sebesar Rp2,89 triliun. Dengan demikian segmen tersebut memberikan kontribusi sebesar 75,34 persen terhadap total pendapatan usaha,” jelas Hermawan.
Kontributor terbesar kedua adalah segmen sewa yang membukukan sebesar Rp457,79 miliar atau tumbuh 25,31 persen secara tahunan, dibandingkan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp365,32 miliar. Segmen ini berkontribusi sebesar 11,94 persen dari total pendapatan usaha. Kemudian kontributor pendapatan terbesar ketiga dari pengelolaan gedung sekitar Rp169,93 miliar. Angka tersebut berkontribusi sebesar 4,43 persen terhadap pendapatan usaha. Kinerja segmen ini tumbuh 17,02 persen secara tahunan. Adapun pendapatan lainnya sebesar Rp318,23 miliar yang dikontribusi oleh segmen lain-lain. Angka ini tubuh 100,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp158,83 miliar.
Pada tahun ini BSDE kembali perpanjang program promosi “Double Dream” untuk periode Maret hingga Desember dan menawarkan opsi pembayaran tunai, angsuran, dan jalur KPR ekspres. “Kami akan melakukan pemantauan hingga akhir tahun dan memformulasikan strategi yang tepat guna mempertahankan kinerja di tahun-tahun mendatang. Baik itu kerjasama dengan pihak perbankan, peluncuran produk yang sesuai maupun mengajukan usulan-usulan insentif bagi pemerintah untuk memperkuat pertumbuhan sektor properti di tanah air, terutama sektor residensial yang menjadi segmen utama bisnis kami,” tutup Hermawan.