Jakarta, Properti Indonesia - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) tahun 2024 sebesar Rp21,04 triliun untuk 166.000 unit rumah.
Berdasarkan laporan BP Tapera, anggaran penyaluran FLPP tersebut berdasarkan Nota Keuangan RAPBN Tahun 2024. Pemerintah kembali mengalokasikan dana FLPP dari dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) sebesar Rp13,72 triliun.
Kemudian pengembalian pokok atas dan yang sudah digulirkan sebesar Rp7,09 triliun dan saldo awal dana FLPP per Januari 2024 sebesar Rp230,97 miliar. Meski begitu, penyaluran FLPP pada tahun depan lebih rendah dibandingkan dengan realisasi penyaluran FLPP tahun 2022 sebanyak 226.000 unit rumah dengan dana Rp25,15 triliun.
Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengatakan, sampai dengan Agustus 2023, BP Tapera tercatat telah menyalurkan dana FLPP sebesar Rp16,47 triliun dengan 146.126 unit rumah. Pihaknya terus melakukan penyaluran pembiayaan secara maksimal untuk mencapai target penyaluran pembiayaan tahun ini.
"Implementasi harga rumah diterapkan secara wajar memperhatikan keseimbangan supply rumah dan serta daya beli calon debitur MBR," ujar Adi dalam keterangannya, Selasa (5/8).
Sebagai informasi, kinerja Dana Tapera tahun 2023 sampai dengan tanggal 30 Agustus 2023, mencapai imbal hasil 3,72 persen atau mencapai 77 persen dari target imbal hasil tahunan sebesar 4.83 persen, sedangkan untuk pembiayaan Tapera sudah menyalurkan dana senilai Rp577,02 miliar untuk 3.808 unit rumah.