BP Tapera Gelar 9.057 Akad Kredit Massal di Tapera Property Expo 2022

BP Tapera Gelar 9.057 Akad Kredit Massal di Tapera Property Expo 2022
Pembukaan Tapera Property Expo 2022 (Dok. BP Tapera)

Jakarta, Properti Indonesia – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar Tapera Property Expo 2022 pada 28 November – 4 Desember 2022. Pameran perumahan subsidi ini diikuti oleh 25 pengembang perumahan subsidi dan 8 penyalur yang terdiri dari BTN, BTN Syariah, BNI, Mandiri, BRI, BSI, BJB, dan BJB Syariah. Dalam pembukaan Tapera Property Expo 2022, BP Tapera bersama 40 bank penyalur menggelar 9.057 akad kredit massal secara serentak di seluruh Indonesia. 

Akad kredit massal ini disumbangkan oleh Bank Nasional sebanyak 8.722 akad dan 335 akad dari Bank Pembangunan Daerah. Akad kredit terbesar dilaksanakan melalui BTN sebanyak 5.000 akad, disusul BTN Syariah sebanyak 2.354 akad, BNI 1.000 akad, BRI 170 akad, BSI 150 akad, dan BPD Sulawesi Selatan dan Barat sebanyak 100 akad.

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto mengapresiasi seluruh Bank Penyalur atas komitmen dalam menyalurkan kredit pembiayaan perumahan kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Akad kredit massal ini memperlihatkan komitmen Bank dalam menyalurkan FLPP. Kami berharap ke depan, pembiayaan Tapera pun bisa berlaku hal yang sama,” ujar Adi dalam keterangannya, Senin (28/11).

Lanjut Adi, melalui kegiatan ini dapat tercipta sinergitas BP Tapera dan stakeholder serta pemerintah daerah dalam rangka pemenuhan rumah subsidi bagi masyarakat sehingga tercapai target realisasi penyaluran dana FLPP dan Tapera yang dikelola oleh BP Tapera.

“Kami menargetkan akan dikunjungi oleh 3 ribu pengunjung yang terdiri dari Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), PNS, Pekerja Mandiri dan Pekerja Informal serta terlaksananya 1.500 akad kredit massal,” jelas Adi.

Selain itu, tercatat per 25 November 2022, realisasi FLPP telah mencapai 195.545 unit senilai Rp21,76 triliun. Sehingga total penyaluran dari 2010-2022 sebamyak 1.139.124 unit senilai Rp96,93 triliun.

“Dari target 226 ribu unit, kami optimis menuntaskan di akhir tahun. Optimisme ini berkat dukungan dari semua pihak termasuk bank penyalur dan para pengembang. Optimisme ini akan kami teruskan di tahun mendatang dengan target tahun 2023 sebanyak 220 ribu unit senilai Rp25,18 triliun,” imbuh Adi.

Sementara itu, untuk penyaluran pembiayaan Tapera per 25 November 2022 telah terealisasi akad pembiayaan sebesar 4.502 unit senilai Rp673,75 miliar. Akad pembiayaan tapera ini melalui Bank BTN, BRI, BTN , BSI dan BJB. Baik untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Renovasi Rumah (KRR). Pada Tahun Anggaran 2023, penyaluran pemanfaatan dana Tapera akan ditargetkan senilai Rp850 miliar atau 10.000 unit.

“Kami berharap semua program yang dikelola oleh BP Tapera, baik FLPP maupun Tapera akan meningkatkan akses dan keterjangkauan MBR terhadap perumahan yang layak huni dan terjangkau. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi kekurangan rumah (backlog),” tutup Adi.

Tags
#hunian #Berita Properti #properti #BP Tapera #perumahan