Jakarta, Properti Indonesia - Bank Indonesia (BI) memberikan insentif kepada bank yang rajin menyalurkan kredit ke sektor prioritas, salah satunya adalah sektor properti atau perumahan. Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, yang mengatakan bahwa secara historis jika ekonomi mengalami pemulihan maka yang bergerak pertama adalah sektor properti.
"Jadi kami melihat sektor properti masih ada ruang tumbuh besar sehingga kita memberikan insentif," ujar Destry dalam Seminar Nasional Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM), dalam siaran Youtube Bank Indonesia (BI), Rabu (4/10).
Bank Indonesia memperkuat stimulus kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit atau pembiayaan perbankan melalui implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) bagi Bank Umum Konvensional (BUK) dan Bank Umum Syariah (BUS) atau Unit Usaha Syariah (UUS) yang berlaku sejak 1 Oktober 2023.
Dalam kebijakan tersebut menetapkan untuk menambah besaran total insentif, yaitu tertinggi sebesar 4 persen (400 bps) atau meningkat dari sebelumnya paling besar 2,8 persen (280 bps). Sehingga ruang kelonggaran insentif likuiditas akan lebih besar lagi yaitu mencapai Rp158,6 triliun.
Destry juga menyebutkan bahwa kinerja Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menunjukkan tren peningkatan pertumbuhan hingga lebih dari 10 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus 2023. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan akhir 2022 sebesar 8,17 persen. Pangsa pasar terbesar KPR berasal dari rumah tipe menengah yaitu tipe 21-70, sementara kontribusi terbesar pertumbuhan berasal dari rumah tipe 70 ke atas.
"KPR merupakan kontributor tertinggi dari angka pertumbuhan tersebut, dengan generasi muda menjadi motor pertumbuhan kredit konsumsi, yaitu tumbuh secara tahunan sebesar 17,18 persen di tengah penurunn kredit konsumsi pada generasi lainnya," jelas Destry.
Dengan demikian dari sisi permintaan, terdapat peluang pembiayaan perumahan yang didorong oleh peningkatan permintaan KPR dari populasi Gen Z dan Milenial, khususnya menyasar pada tipe rumah menengah dengan kisaran harga rumah kurang dari Rp500 juta.