Bank Indonesia Akhirnya Naikkan Suku Bunga Acuan Kredit

Bank Indonesia Akhirnya Naikkan Suku Bunga Acuan Kredit
Economy (Freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Setelah 18 bulan bertahan, Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen. Termasuk, menaikkan suku bunga Deposit Facility menjadi 3,00 persen, dan suku bunga Lending Facility menjadi 4,50 persen. Hal tersebut disampaikan berdasarkan hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan yang diselenggarakan 22-23 Agustus 2022.

Naiknya suku bunga tersebut sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi risiko peningkatan inflasi inti dan ekspetasi inflasi akibat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan inflasi volatile food, serta memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah.

“Memperkuat operasi moneter melalui kenaikan struktur suku bunga di pasar uang sesuai dengan kenaikan suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate tersebut untuk memitigasi risiko kenaikan inflasi inti dan ekspetasi inflasi,” ujar Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Agustus 2022, dilansir dari laman bi.go.id, Selasa (23/8).

Lanjutnya, perbaikan ekonomi domestik akan terus berlanjut. Berdasarkan Realisasi Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal II 2022 sebesar 5,44 persen (yoy), lebih tinggi dari perkiraan dan capaian kuartal sebelumnya sebesar 5,01 persen (yoy). Tingginya pertumbuhan ekonomi ini didorong dari permintaan domestik, terutama konsumsi rumah tangga, serta tetap tingginya kinerja ekspor.

“Perbaikan ekonomi nasional juga tercermin pada peningkatan pertumbuhan mayoritas lapangan usaha, terutama industri pengolahan, transportasi dan pergudangan, serta perdagangan besar dan eceran,” imbuhnya.

Secara spasial, perbaikan ekonomi ditopang oleh seluruh wilayah, terutama Jawa, Sumatera, dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Ke depannya, pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap tinggi. Dengan bias ke atas dalam kisaran proyeksi Bank Indonesia pada 4,5%-5,3%.

Selain itu, pertumbuhan kredit pada Juli 2022 tercatat sebesar 10,71 persen (yoy) yang ditopang oleh peningkatan di seluruh jenis kredit dan pada sebagian besar sektor ekonomi. Pemulihan intermediasi juga terjadi pada perbankan syariah dengan pertumbuhan pembiayaan sebesar 15,2 persen (yoy) pada Juli 2022.

Bank Indonesia menyebutkan bahwa suku bunga perbankan masih dalam tren menurun, meski dengan besaran yang masih terbatas. Di pasar dana, suku bunga deposito 1 bulan perbankan turun sebesar 54 bps sejak Juli 2021 menjadi 2,89 persen pada Juli 2022. Di pasar kredit, suku bunga kredit menunjukkan penurunan 53 bps pada periode yang sama menjadi 8,94 persen.

Tags
#Berita Properti #bank indonesia #properti #perbankan