Jakarta, Properti Indonesia - Emiten properti PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) mencatat pendapatan pada kuartal III 2023 sebesar Rp2,48 triliun. Pendapatan ini mengalami penurunan sekitar 9,4 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,74 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan ASRI dikutip dari laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (21/11), meskipun pendapatan mengalami penurunan, laba bersih Alam Sutera mengalami peningkatan dari kuartal III 2022 sebesar Rp106,2 miliar menjadi Rp209,9 miliar atau naik sekitar 97,6 persen.
Pendapatan yang diraih ASRI dikontribusi dari penjualan real estat sebesar Rp1,92 triliun, jasa hospitality dan prasarana sebesar Rp408,3 miliar, pariwisata Rp147,4 miliar, dan lainnya Rp7,5 miliar.
Untuk segmen real estat terdiri dari penjualan tanah Rp596,4 miliar, rumah dan ruko Rp1,25 triliun, apartemen Rp62,9 miliar, serta gedung perkantoran Rp6 miliar.
Selanjutnya, untuk segmen hospitality dan prasarana terdiri dari rekreasi dan olahraga sebesar Rp4,4 miliar, pengelolaan kota Rp145 miliar, sewa dan fasilitas Rp162,5 miliar, dan lain-lain Rp96,2 miliar, Terakhir, untuk pendapatan segmen pariwisata meliputi tiket Rp90,7 miliar, restoran Rp26,5 miliar, sewa Rp8,4 miliar, dan lain-lain Rp21,7 miliar.
Sebagai informasi, Alam Sutera Realty juga tengah memasarkan produk hunian baru The Gramercy yang dibanderol mulai dari Rp16 miliar hingga Rp28 miliar. Kawasan klaster hunian ini akan dibangun di atas lahan seluas 7,5 hektar dengan sebanyak 109 unit rumah yang dipasarkan dalam dua tahap. Pada tahap pertama dipasarkan sebanyak 50 unit. Ada tiga tipe unit yang dihadirkan The Gramercy, yaitu Alca (12x26 m), Aera (14x26 m) dan Arma (16x26 m).