Jakarta, Properti Indonesia - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) tengah berfokus untuk menurunkan leverage, setelah sebelumnya berhasil menurunkan leverage dengan melunasi pinjaman Guthrie Venture Pte, Ltd sebesar SGD172,8 juta pada tahun 2022. Dilansir dari Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah liabilitas APLN pada akhir 2022 tercatat menjadi Rp16,15 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp19,07 triliun.
"Saat ini perseroan akan tetap berfokus untuk menurunkan leverage. Perseroan sudah memiliki rencana bisnis untuk itu dan memiliki cukup keyakinan untuk dapat merealisasikannya. Namun rencana bisnis terkait hal ini belum dapat diinformasikan kepada publik, antara lain karena perjanjian larangan pengungkapan informasi rahasia antara para pihak terkait," ujar Cesar M Dela Cruz, Direktur PT Agung Podomoro Land dalam keterbukaan informasi, Senin (29/5).
Meski begitu, lembaga pemeringkat Moody's masih melihat leverage APLN masih tinggi, sehingga menurunkan peringkat Obligasi Senior USD300 juta yang diterbitkan APL Realty Holdings Pte, Ltd menjadi Caa2 dari sebelumnya Caa1.
Dari sisi penjualan produk, APLN terus mengoptimalkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap properti. Melalui inovasi produk yang diminati konsumen dan didukung infrastruktur yang baik, berbagai inisiatif pemasaran agar produk APLN menjadi referensi dan pilihan konsumen, sehingga pendapatan dari penjualan produk dapat ditingkatkan.
"Perseroan juga terus mendorong sektor pendapatan berulang dari hotel dan pusat perbelanjaan agar tumbuh positif. Dari sisi biaya, manajemen akan selalu disiplin dan terukur dalam mengeksekusi setiap strategi yang sudah direncanakan dengan tetap mengedepankan efisiensi dalam berbagai lini bisnis," jelas Cesar.
Dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan, Cesar optimistis dapat meningkatkan kondisi dan kinerja keuangan perseroan, termasuk meningkatkan peringkat obligasi senior USD300 juta yang diterbitkan APL Realty Holdings pada 2 Juni 2017 dan jatuh tempo 2 Juni 2024.
Sebagai informasi, pada 31 Maret 2023 APLN membukukan laba komprehensif sebesar Rp134,7 miliar atau meningkat 228 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp41,1 miliar. Pulihnya bisnis di sektor hotel dan pusat perbelanjaan, serta penjuan proyek properti menjadi faktor utama membaiknya kinerja APLN pada awal tahun 2023.
Selain itu, penurunan beban bunga dan biaya keuangan yang dikarenakan penurunan jumlah utang perseroan juga menjadi faktor lonjakan laba komprehensif. Penjualan dan pendapatan usaha pada 31 Maret 2023 sebesar Rp1,15 triliun atau menurun 8,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp1,26 triliun.
Pengakuan penjualan pada 31 Maret 2023 sebesar Rp813,27 miliar, turun dari Rp960,02 milir pada periode yang sama tahun 2022. Sebaliknya dari bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan, pendapatan berulang meningkat jadi Rp337,80 miliar dari Rp299,09 miliar pada tahun 2022.