Jakarta, Properti Indonesia - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) membukukan penjualan dan pendapatan usaha di kuartal III 2022 sebesar Rp7,38 triliun. Jumlah ini meningkat 158,48 persen dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp2,9 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan APLN per 30 September 2022, lonjakan penjualan dan pendapatan usaha dikontribusi dari penjualan pusat perbelanjaan senilai Rp4,08 triliun. Sebelumnya, APLN telah menjual 149 sertifikat hak milik atas satuan rumah susun (SHMSRS) atas unit-unit satuan rumah susun milik perseroan dalam Mal Central Park, Jakarta Barat, kepada PT CPM Assets Indonesia.
Dari penjualan tersebut, APLN berhasil mencatat laba bersih senilai Rp2,35 triliun atau membaik dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat rugi bersih senilai Rp464,82 triliun.
Selain penjualan pusat perbelanjaan, pendapatan didukung dari penjualan rumah susun yang naik 43,2 persen menjadi Rp1,19 triliun, penjualan rumah naik 39,2 persen menjadi Rp752,94 miliar, dan penjualan perkantoran sebesar Rp127,05 miliar. Namun, penjualan tanah menurun 89,2 persen menjadi Rp80,44 miliar.
Kemudian marketing sales hingga September 2022 juga tercatat sebesar Rp1,58 triliun atau naik 17,9 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,34 triliun. Marketing sales ini ditopang dari berbagai proyek APLN, seperti Podomoro Park Bandung, Podomoro City Deli Medan, Bukit Podomoro Jakarta, Pakubuwono Spring, Podomoro Golf View, dan Kota Podomoro Tenjo.
Sementara itu, pertumbuhan bisnis perhotelan dan pusat perbelanjaan di kuartal III tahun ini juga telah mendorong pendapatan berulang, naik 49,5 persen menjadi Rp1,07 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp713,4 miliar.