Menilik Ruang Adaptif dan Desain Berkelanjutan di Jantung Citraland Driyorejo

Menilik Ruang Adaptif dan Desain Berkelanjutan di Jantung Citraland Driyorejo
Fasad depan rumah tipe Alexander yang berlokasi di Citraland Driyorejo Gresik, Jawa Timur. Mengusung konsep modern contemporary yang tegas namun tetap elegan. (dok Citraland Driyorejo)

Gresik, Properti Indonesia - Dalam dunia arsitektur dan desain interior modern, ruang sering kali terjebak dalam dikotomi antara estetika visual dan fungsional. Bangunan yang terlalu mengejar sisi artistik kerap terasa kaku dan dingin untuk dihuni. Sebaliknya, hunian yang semata-mata mengagungkan fungsi kerap kehilangan jiwa, karakter, dan nilai emosionalnya. 

Di tengah dialektika ini, lahir pendekatan yang dikenal sebagai Purpose-Driven Design atau Desain Berbasis Tujuan. Konsep ini tidak hanya mengatur efisiensi tata letak, tetapi juga memastikan setiap sudut ruang mulai dari tekstur material, bukaan cahaya, hingga fleksibilitas tata bangunan yang mampu merespons kebutuhan psikologis serta dinamika aktivitas harian bagi penghuninya.

Salah satu contoh harmonisasi antara bentuk dan fungsi rumah tersebut tereksekusi dengan apik pada rumah tipe Alexander, hunian terbaru karya Ciputra Development di kawasan strategis Citraland Driyorejo, Gresik, Jawa Timur. Sebagai bagian dari pengembangan New South West City, rumah ini hadir bukan sekadar sebagai bangunan tempat tinggal, melainkan sebuah ekosistem kehidupan yang adaptif karena terintegrasi dengan fasilitas modern seperti Family Club House, Serenity Lake, hingga area komersial dan rekreasi.

Filosfi "1 Space, 2 Function"

Dilihat dari sisi fasadnya, rumah tipe Alexander memancarkan karakter arsitektur modern contemporary yang tegas namun tetap elegan. Struktur bangunannya tampil kokoh sekaligus ringan berkat komposisi fasad monokromatik yang didominasi putih, abu-abu, dan hitam, dipadu atap gable yang ikonik.

Namun, nilai utama dari arsitektur hunian ini terletak pada gagasan operasional di balik bentuknya. Arif, Marketing Manager Ciputra Development, menjelaskan dasar filosofi yang diusung oleh rumah ini.

"Rumah Tipe Alexander mengusung konsep '1 Space, 2 Function', yaitu menghadirkan hunian yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga mendukung peluang bisnis dan gaya hidup modern. Konsep ini tercermin dari desain rumah dan area bisnis yang terintegrasi, sehingga penghuni dapat menikmati kenyamanan hunian sekaligus memiliki ruang untuk mengembangkan aktivitas profesionalnya," ungkap Arif.

Bukaan jendela yang besar, serta perpaduan material dan warna yang memberikan kesan premium

Menurutnya, pemilihan gaya modern contemporary ini pun bukan semata mengejar tren visual, melainkan sebuah keputusan arsitektural yang terukur. Selain itu, pemilihan gaya modern contemporary didasarkan pada kebutuhan untuk menghadirkan hunian yang modern, elegan, dan tetap relevan dengan perkembangan gaya hidup masa kini.

"Hal tersebut terlihat dari penggunaan bentuk geometris yang tegas, permainan fasad, bukaan jendela yang besar, serta perpaduan material dan warna yang memberikan kesan premium. Selain aspek estetika, desain ini juga mempertimbangkan fungsi ruang, pencahayaan alami, dan kenyamanan penghuni," tambah Arif.

Sebagai informasi, rumah tipe Alexander ini sendiri ditawarkan secara eksklusif dengan ketersediaan unit yang sangat terbatas yaitu limited 5 unit. Dengan harga mulai dari Rp4 miliar, beli rumah bonus 2 toko," tutur Arif merinci.

Mengalir, Efisien, dan Berkelanjutan

Memasuki area interior, rumah ini menyajikan interpretasi ruang yang lapang dan saling terhubung. Pada area lantai dasar, tata letak memperlihatkan interaksi yang mulus antara ruang keluarga dan area makan.

Penggunaan skema warna yang cermat, seperti perpaduan kabinet kayu walnut yang hangat dengan aksen kursi bernuansa olive green, menciptakan kontras visual yang menenangkan. Pendant lamp bergaya ribbed dipasang sebagai aksen artistik yang memperlembut garis-garis arsitektur yang kaku.

Memang, terdapat perbedaan menarik antara unit contoh dan denah standar arsitekturalnya, terutama pada pemisahan zonasi dapur. Arif pun menjelaskan mengenai persepsi tata ruang ini.

"Pada desain standar rumah Alexander, ruang keluarga dan ruang makan dirancang dalam satu area yang terintegrasi untuk menciptakan suasana yang lebih terbuka dan nyaman bagi aktivitas keluarga. Sementara itu, dapur standar dilengkapi pintu sebagai pembatas dengan area lainnya," jela Arif.

Mengenai peredaman suara dan fungsi ruang, Arif menambahkan detail teknis terkait rancangan interior tersebut. "Pada rumah tipe Alexander, antara dapur dan ruang keluarga, ini aslinya ada pintu. Jadi secara fungsi terpisah. Adapun, untuk rumah contoh, pintu dihilangkan agar terasa lapang," katanya.

Rumah tipe Alexander juga mengintegrasikan elemen arsitektur hijau (sustainable design) untuk merespons iklim tropis. Efisiensi energi ini direalisasikan melalui manipulasi tata ruang yang tepat.

"Rumah ini juga mengusung konsep berkelanjutan karena terbukti mampu mereduksi penggunaan energi dengan banyaknya bukaan dan patio (taman tengah). Sehingga untuk beberapa waktu dapat menggunakan jendela sebagai pencahayaan dan sirkulasi udara alami," jelas Arif.

Sementara, adanya patio atau taman tengah untuk memastikan aliran udara silang (cross ventilation) berjalan optimal, sekaligus memasukkan pasokan cahaya alami secara melimpah ke dalam ruang utama rumah.

Arif menuturkan, tantangan utama hunian di kawasan uurban saat ini adalah keterbatasan lahan. Karenanya tipe Alexander menjawabnya melalui pendekatan rekayasa interior yang solutif dan adaptif.

Sebagai contoh, di area kamar anak, dimanfaatkan struktur vertikal dengan hadirnya mezzanine atau loft bed. Tempat tidur ditempatkan di area atas sehingga menjadikan area bawah yang cukup luas untuk lemari pakaian built-in dan meja belajar. Meski demikian, pihak Ciputra Group selaku pengembang tetap memberikan kebebasan penuh bagi pemilik unit untuk mengeksekusi kamar sesuai preferensi pribadi masing-masing.

"Mezzanine atau loft bed pada kamar anak merupakan opsi desain interior yang bersifat custom, bukan fitur standar pada seluruh unit rumah Alexander. Pendekatan desain interior yang digunakan mengutamakan optimalisasi ruang, multifungsi, dan estetika, sehingga kamar anak dapat dimanfaatkan secara lebih efisien," paparnya.

Optimalisasi Atap Miring

Tak hanya itu, pada rumah tipe Alexander, ruang di bawah atap miring (attic) yang sering kali menjadi area mati (dead space) justru diolah menjadi nilai tambah arsitektural. Dengan plafon tinggi berbahan shiplap putih, dinding aksen terracotta, dan bukaan kaca lebar, area attic dapat bertransformasi menjadi studio seni, kantor pribadi, atau master bedroom eksklusif.

"Secara keseluruhan rumah tipe Alexander ini menawarkan hunian yang cukup fleksibel karena memiliki beberapa ruang yang bisa diperluas, misalnya di lantai 1, taman tengah bisa dijadikan ruang makan semi outdoor. Area toko bisa dijadikan parkir kendaraan sepeda motor, atau jadi kamar. Sementara ruang attic untuk kebutuhan privat dari pemilik, yang dapat dijadikan master bedroom, atau ruang kerja maupun ruang hobi," tutup Arif. 

Tags
#hunian #rumah #trend desain #citraland #Ciputra Group #Citraland Driyorejo #Rumah Tipe Alexander Citraland Driyorejo