Tumbuh 14,1%, Summarecon Agung Bukukan Pendapatan Rp6,66 Triliun Sepanjang 2023

Tumbuh 14,1%, Summarecon Agung Bukukan Pendapatan Rp6,66 Triliun Sepanjang 2023
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Summarecon Agung, Tbk, Kamis, (20/6). (dok SMRA)

Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Summarecon Agung Tbk  berhasil menunjukan kinerja positif sepanjang tahun 2023. Hal ini tercermin dari meningkatnya pendapatan perseroan sebesar Rp6,66 triliun atau naik 14,1% dibanding tahun 2022 yang tercatat sebesar Rp 5,72 triliun. Summarecon juga berhasil meningkatkan laba bersih sebesar 27% dari Rp 772 miliar menjadi Rp1 triliun.  

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi menuturkan, untuk menjaga konsistensi kinerja postif Perseroan pada tahun ini sekaligus meningkatkan portofolio properti residensial kepada konsumennya, Summarecon kembali akan membuka proyek township ke-9 yaitu Summarecon Tangerang pada akhir tahun 2024 mendatang.

"Kami akan memperkuat bisnis inti dengan mempercepat seluruh pengembangan perusahaan secara efisien sebagai upaya memenuhi permintaan pasar secara efektif," ujar Adrianto usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Summarecon pada hari Kamis, (20/6).

Akselerasi bisnis ini termasuk pada unit bisnis Investasi dan Manajemen Properti seperti Summarecon Villaggio dan Summarecon Mall Bandung yang baru saja dibuka namun mampu meningkatkan value kawasan yang dikembangkan serta Summarecon Mall Bekasi Fase 2 dan Summarecon Mall Makassar yang saat ini sedang dibangun, maupun sejumlah proyek ritel, komersial, dan perhotelan lainnya.

Summarecon Bekasi, salah satu portofolio milik PT Summarecon Agung, Tbk

 

Unit Bisnis Pengembangan Properti

Untuk segmen bisnis pengembangan properti, Summarecon saat ini memiliki 8 kota terpadu yang tersebar di Kelapa Gading, Serpong, Bekasi, Bogor, Bandung, Karawang, Makassar, dan Crown Gading. 

Begitupun, dirinya tak menampik jika capaian pra-penjualan pengembangan properti tahun 2023 hanya mencapai Rp 4,52 triliun atau masih di bawah target yang ditetapkan sebesar Rp5 triliun. Hal ini karena tantangan yang timbul menjelang Pemilu Indonesia 2024, sehingga perseroan menunda beberapa peluncuran produk.

Kontribusi penjualan terbesar Summarecon Agung sepanjang tahun 2023 berasal proyek Summarecon Serpong. Sementara, penyumbang produk terbesar ditopang oleh rumah dan ruko masing-masing 68% dan 21% dari total pra-penjualan. 

Adapun, bisnis pengembangan properti menyumbang pendapatan Rp4,04 triliun pada 2023, meningkat sebesar 15% dari pendapatan tahun 2022 sebesar Rp3,53 triliun. Segmen usaha ini masih menjadi kontributor terbesar dengan 61% dari total pendapatan. Dalam agenda RUPST juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 9 per lembar saham atau total sebesar Rp 148.577.115.222.

Adrianto menambahkan ada sejumlah faktor yang membuat perusahaan cukup optimis untuk menjaga performanya pada tahun ini. Pertama, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2024 yang diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB pada tahun 2023, yaitu sebesar 5,30% hingga 5,70% seiring dengan berakhirnya Pemilu nasional yang memberikan kepastian politik dan stabilitas terhadap lingkungan sosial-ekonomi negara, juga didukung oleh kebijakan suku bunga dari Bank Indonesia, 

"Kedua, Summarecon akan membuka proyek ke-9 yaitu Summarecon Tangerang pada akhir tahun 2024, serta didukung 8 proyek yang sedang berjalan, dan cadangan lahan seluas 1.900 hektar yang akan memberikan keberlanjutan dan kelangsungan bisnis Perusahaan di tahun-tahun mendatang, maka Perusahaan menetapkan target pra-penjualan sebesar Rp5,0 triliun pada tahun 2024 dengan kontribusi pra-penjualan dari keseluruhan 9 proyek," imbuh Adrianto.

 

Tags
#Developer #Berita Properti #Bisnis Properti #Summarecon Agung #RUPS