Jakarta, Properti Indonesia – Perusahaan properti China Fortune Land Development dikabarkan telah kehilangan kontak dengan perusahaan pengelola keuangan yang dipercaya untuk mengelola dana sebesar USD313 juta atau sekitar Rp4,5 triliun.
Dilansir dari Bloomberg, Senin (20/12), Perusahaan yang memiliki kantor pusat di Beijing telah melaporkan masalah ini ke kepolisian, namun belum jelas bagaimana hal tersebut akan mempengaruhi pendapatan saat ini dan masa depan. Sementara pada bulan ini, perusahaan meluncurkan rencana untuk restrukturisasi utangnya setelah gagal membayar obligasi.
Fortune Land termasuk salah satu daftar pengembang di China yang terlibat krisis utang. Hal itu setelah Beijing meluncurkan tindakan keras terhadap pinjaman berlebihan di sektor properti pada tahun lalu.
Pada tahun 2018, salah satu operasi Fortune Land di luar negeri menandatangani kesepakan oleh perusahaan bernama Wingskengo Ltd untuk menyediakan layanan investasi kepada pengembang properti.
Wingskengo menyampaikan kepada Fortune Land untuk mentransfer Rp4,5 triliun kepada China Create Capital. Pihaknya mengatakan bahwa investasi tersebut akan menghasilkan bunga tahunan sebesar 7%-10% sampai perjanjian berakhir pada akhir tahun 2022.