Jakarta, Properti Indonesia - Emiten PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) sekaligus anak usaha Lippo Group, mencatatkan Laba bersih yang meningkat 202% secara tahunan menjadi Rp152 miliar pada kuartal II-2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp149 miliar.
Siloam juga mencatat pertumbuhan EBITDA year on year sebesar 487%, dengan jumlah Rp478 miliar pada kuartal II-2021. Sementara, pendapatan meningkat 78% menjadi Rp1,9 triliun pada kuartal II-2021 dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,07 triliun.
“Siloam memiliki infrastruktur yang kuat di seluruh Indonesia yang kami manfaatkan untuk melawan pandemi Covid-19. Kami bekerja sama dengan pemerintah, komunitas bisnis, seluruh karyawan kami yang tangguh dan seluruh masyarakat Indonesia dalam melawan pandemi ini bersama,” ujar Presiden Direktur Siloam Hospital Darjoto Setyawan, dilansir dari Bursa Efek Indonesia, Jumat (30/7).
Pada tahun 2019, Siloam memiliki 18 rumah sakit yang mencatat kerugian EBITDA sebesar Rp161 miliar. Melalui program yang didedikasikan untuk mengubah rumah sakit demi profitabilitas, pada tahun 2020, rumah sakit ini mencatat EBITDA untuk Siloam sebesar Rp47 miliar, pertumbuhan sebesar Rp208 miliar dalam kurun waktu 12 bulan.