Bogor, Properti Indonesia - Langit Bogor selalu punya cara menenangkan. Di ufuk timur, siluet Gunung Salak, Gede, dan Pangrango berdiri tegak, seolah menjadi pagar alam yang menjaga kota hujan. Di kaki pegunungan inilah, Summarecon Bogor menenun kisahnya sejak akhir 2020 lalu melalui sebuah proyek hunian yang mencoba menyatukan antara modernitas kota dengan keasrian alam.
“Nature Meets Lifestyle,” begitu jargon yang dipilih. Bukan sekadar tagline pemasaran, melainkan arah besar pembangunan kota baru. Summarecon tak hendak sekadar mendirikan rumah-rumah megah, lebih dari itu, turut menciptakan ekosistem yang membuat orang ingin tinggal, beraktivitas, dan berakar di sini.
KETIKA pertama kali diluncurkan, Summarecon Bogor terus bergerak dengan ritme yang konsisten. Dua klaster pertama yang dikenalkan yaitu Mahogany dan Agathis menjadi pondasi awal kesuksesan kawasan seluas 500 hektar ini. Serah terima rumah juga dilakukan tepat waktu sekaligus memberi keyakinan kepada konsumen bahwa janji pengembang bukan sekadar promosi.
Menyusul kemudian, Cluster Pinewood dan Rosewood pada 2021, lalu Alderwood yang dijadwalkan rampung di akhir tahun 2025. Maple Residence dengan 47 unit rumah dan Maple Hill yang hanya terdiri atas 14 unit juga sudah terserap habis ketika pertama kali dipasarkan. Padahal, keduanya ditawarkan sebagai hunian terbatas dengan harga premium.
Saat ini salah satu hunian yang sedang dipasarkan di Summarecon Bogor adalah Ebony Residence. Dengan desain modern dan dengan pilihan rumah dua hingga tiga lantai berukuran 7x14 meter dan 9x14 meter, klaster ini dibanderol mulai Rp2,1 miliar hingga Rp3,8 miliar dan hampir sebagian unitnya telah terjual.
Sebagai kawasan hunian modern yang menyatu dengan alam, setiap klaster di Summarecon Bogor memiliki karakter tersendiri. Agathis, misalnya, ketika pertama kali diluncurkan menawarkan nuansa tropis modern dengan harga mulai dari Rp2,9 miliar untuk tipe rumah 10 x 18 meter.

Summarecon Bogor merupakan kawasan hunian yang sukses menyatukan antara modernitas kota dengan keasrian alam.
Mahogany menghadirkan desain kontemporer dengan fasad garis tegas, awalnya dipasarkan di kisaran Rp1,3 miliar untuk ukuran 7x16 meter dan kini nilainya sudah naik dua kali lipat. Pinewood hadir lebih eksklusif, dikelilingi pepohonan pinus dengan harga mulai Rp1,5 miliar. Sementara Maple Hill dirilis pada harga Rp7,5 miliar dan langsung habis terjual.
Menjelang penghujung tahun ini, Summarecon Bogor sedang menyiapkan hunian eksklusif terbaru bertajuk Maple Golf Residence. Unit-unit rumah di sini lebih dari sekedar premium karena menawarkan pemandangan tiga arah, yaitu lapangan golf, pegunungan, dan lanskap kota. Rumah-rumah yang ditawarkan berukuran mulai dari 12x22 hingga 15x25 meter dengan harga mulai dari Rp8 miliar.
“Komitmen kami adalah menjaga kualitas. Rumah contoh yang dilihat konsumen harus sama dengan yang mereka terima,” kata Inu Raspati, Head of Marketing Summarecon Bogor kepada Properti Indonesia, Rabu (17/9) lalu. Hingga kini, lebih dari 1.700 unit sudah diserahterimakan, dimana hampir 1.000 keluarga diantaranya mulai menempati kawasan tersebut.

Club House di Kluster Ebony at Summarecon Bogor.
Area komersial dan fasilitas terus bertumbuh
Summarecon Bogor sejak awal dirancang sebagai kota mandiri. Karena itu, selain hunian, pengembang juga terus menyiapkan pusat komersial, sekolah, hingga beragam fasilitas pendukung. Kemajuan signifikan dapat terlihat di kawasan Mountain View Terrace yang terus berkembang dengan hadirnya beragam tenant baru.
Graha Boulevard yang baru beroperasi tahun lalu juga mulai dipadati pengunjung. Beberapa kavling komersial yang terjual kini pun telah dibangun, sementara kerja sama dengan sekolah Kipina dan Sedaya Bintang juga terus dikebut. Telah hadir juga supermarket Happy Harvest yang akan melengkapi kebutuhan dan mendukung gaya hidup modern penghuni.
Tak berhenti di sana, Summarecon Bogor dalam waktu dekat juga akan mendapat tambahan fasilitas olahraga baru. Diketahui, sebuah lapangan padel indoor terbesar di Bogor saat ini tengah dibangun. Fasilitas olahraga yang berkolaborasi dengan Raindear Group ini rencananya akan dilengkapi enam lapangan dalam ruangan dan dua lapangan luar ruangan, serta lapangan tenis. Dalam rencana jangka menengah, mal, hotel, dan fasilitas kesehatan juga akan segera menyusul, melengkapi ekosistem kota mandiri di Summarecon Bogor.

Penghuni memanfaatkan berbagai fasilitas pendukung di dalam kawasan hunian.
Kawasan investasi potensial
Selain gaya hidup melalui hunian modern yang menyatu dengan alam, dari sisi investasi pun, kenaikan harga properti di kawasan ini mencerminkan minat pasar. Mahogany yang dulu dijual Rp1,3 miliar kini mencapai Rp2,1 miliar, sementara Maple Hill langsung habis pada harga Rp7,5 miliar. Bahkan, Rosewood pernah mencatatkan transaksi kavling hingga Rp21 miliar melalui sistem lelang terbatas. Meski begitu, bagi Summarecon, nilai terpenting bukan hanya soal investasi finansial, melainkan investasi hidup. “Kami ingin orang benar-benar tinggal di sini, bukan sekadar membeli untuk investasi,” ujar Inu.
Diakui Inu, saat ini baru sekitar 30 persen dari total lahan yang telah tergarap. Itu artinya perjalanan Summarecon Bogor masih panjang. Dan, setiap klaster baru masih akan menjadi bagian dari cerita besar yang sedang ditulis-- sebuah kota baru yang tumbuh dengan visi berkelanjutan, di mana kehidupan modern bertemu dengan ketenangan alam.
Di bawah langit Bogor yang teduh, ribuan keluarga sudah lebih dulu membuka halaman pertama cerita itu. Bagi mereka, Summarecon Bogor bukan hanya rumah baru, melainkan tempat menemukan keseimbangan antara kesibukan dan ketenangan, antara mimpi dan kenyataan.**