Di Bogor, kontur tanah tidak pernah benar-benar datar. Ia naik, menurun, lalu berhenti pada lanskap yang kerap menyimpan kejutan. Di sanalah Summarecon Bogor membaca peluang, bukan sekadar sebagai pengembang, tetapi sebagai perancang ruang hidup yang berdialog dengan alam.
Bogor, Properti Indonesia - Peluncuran Maple Golf Residence menjadi penanda fase baru pengembangan kawasan Summarecon Bogor. Klaster hunian tapak yang berada di sisi lapangan golf tersebut dirancang untuk segmen menengah atas, dengan pendekatan yang berbeda dari proyek landed house pada umumnya. Bukan semata ukuran bangunan atau kemewahan interior, melainkan pengalaman visual yang ditawarkan sejak pertama kali penghuni membuka jendela.
“Kami melihat ada satu area yang bisa dikembangkan dengan view yang luar biasa. Di Maple Golf ini, penghuni bisa mendapatkan tiga view sekaligus, yaitu lapangan golf, gunung, dan city view,” ujar Inu Raspati, Head of Marketing Summarecon Bogor, kepada Properti Indonesia, Kamis (18/12) lalu.

Gate cluster Maple Golf Residence
Keunikan itulah yang membuat Maple Golf Residence diposisikan sebagai salah satu masterpiece di kawasan Summarecon Bogor. Dengan luas lahan yang relatif terbatas, sekitar 2 hingga 3 hektare, jumlah unit juga dibuat tidak banyak. Selain itu, bentuk hunian tidak disusun berderet panjang, sehingga memberi ruang bagi lanskap untuk tetap bernapas.
Maple Golf Residence resmi dirilis pada pertengahan November tahun ini. Menariknya, peluncuran dilakukan saat rumah contoh belum sepenuhnya rampung. Namun respons pasar datang lebih cepat dari perkiraan. Sekitar 30 unit terjual dalam waktu singkat, dengan nilai penjualan mencapai sekitar Rp290 miliar. Antusiasme tersebut mendorong pengembang membuka tahap kedua lebih awal.
Hunian di klaster ini hadir dalam dua tipe utama, yakni 12x22 meter dan 15x25 meter. Keduanya mengusung bangunan tiga lantai dengan konfigurasi lima kamar tidur plus satu ruang tambahan. Harga dibuka mulai dari Rp8 miliar untuk tipe 12x22 dan sekitar Rp12 miliar untuk tipe 15x25. Menurut Inu, justru unit berukuran besar yang lebih cepat terserap pasar.
“Sebagian konsumen sebelumnya tinggal di rumah yang sangat besar, bahkan di atas 1.000 meter persegi. Namun, ketika anak-anak sudah bekerja atau kuliah di luar negeri, rumah sebesar itu menjadi tidak efisien. Karena itu, mereka mencari ukuran yang lebih compact, tetapi tetap eksklusif,” kata Inu.
Area Living room
Mayoritas pembeli merupakan end user. Sekitar 40 persen berasal dari Bogor, sementara sisanya datang dari Jakarta dan wilayah Jabodetabek. Skema pembayaran pun mencerminkan karakter segmen tersebut. Transaksi tunai dan cash bertahap mendominasi, dengan porsi KPR yang relatif kecil. Dari sisi desain, Maple Golf Residence mengusung konsep modern tropical. Banyak bukaan kaca untuk memaksimalkan cahaya dan panorama, namun tetap menjaga kesan hangat khas hunian resort. Seluruh unit disiapkan lift-ready, mengingat bangunan terdiri dari tiga lantai. Summarecon Bogor juga menyediakan opsi tambahan seperti lift, kolam renang pribadi, hingga pagar otomatis untuk carport dan garasi.
Menurut Inu, kawasan ini memiliki gerbang tersendiri yang memberikan privasi lebih bagi penghuni. Maple Golf Residence juga terhubung dengan clubhouse berukuran besar yang dapat diakses bersama beberapa klaster lain. Fasilitas tersebut menjadi bagian dari satu ekosistem hunian, bukan sekadar pelengkap.
Dirinya menambahkan, kekuatan Summarecon Bogor terletak pada keberanian menyesuaikan produk dengan karakter lahan. “Di Bogor, kontur tidak bisa diperlakukan sama. Setiap sisi punya kelebihan masing-masing. Karena itu, kami tidak memaksakan satu tipe produk untuk semua area,” ujarnya.

Salah satu keunggulan yang ditawarkan berupa pemandangan langsung ke lapangan Golf
Pendekatan tersebut akan terus berlanjut. Pada 2026, Summarecon Bogor tengah menyiapkan beberapa produk baru di kawasan berbeda, tetap menyasar segmen menengah atas. Mulai dari klaster rumah dengan kisaran harga Rp3–6 miliar, hingga pengembangan low-rise condo villa berkonsep resort bagi konsumen yang menginginkan hunian praktis tanpa repot pengelolaan.
Dengan total lahan mencapai sekitar 500 hektare, dimana baru sekitar 30 persen yang dikembangkan, Summarecon Bogor tentu masih berada di fase awal perjalanan panjangnya. Dan, Maple Golf Residence hadir sebagai potongan penting dari keseluruhan cerita, tentang bagaimana alam, pasar, dan perencanaan bertemu dalam satu lanskap yang tidak pernah benar-benar datar, namun selalu menyimpan peluang.**