Jakarta, Properti Indonesia - Perum Perumnas menargetkan pembangunan sebanyak 7.400 unit hunian yang terdiri dari hunian vertikal maupun rumah tapak. Hunian tersebut akan terintegrasi dengan transportasi umum atau Transit Oriented Development (TOD).
Direktur Utama Perum Perumnas, Budi Sadewa Soediro mengatakan bahwa dari target pembangunan setara dengan pendapatan hingga mencapai Rp2,5 triliun.
“Di tahun 2024, pendapatan yang kita semua harus capai adalah sebesar Rp 2,5 triliun, di mana setara dengan sekitar 7.400 unit hunian yang tersebar di 22 proyek rumah tapak dan 9 proyek highrise di seluruh Indonesia serta dukungan dari anak perusahaan," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (15/2).
Berdasarkan rencana pembangunan jangka menengah (RPJMN), sektor perumahan di Indonesia, BUMN mendapatkan porsi 700 ribu unit. Perumnas menjadi salah satu pengembang dari BUMN yang terlibat untuk menyediakan hunian guna menekan angka backlog nasional.
“Perumnas menjadi satu-satunya pengembang BUMN yang tidak hanya menyediakan perumahan bagi masyarakat Indonesia, tapi juga memiliki misi sosial untuk masyarakat dengan penyediaan rumah subsidi terjangkau minimal sebesar 20 persen pada setiap proyeknya," imbuh Budi.
Pada tahun 2023, Perumnas mencatatkan peningkatan pendapatan sebanyak 30 persen dari tahun sebelumnya. Pembangunan hunian juga tercatat meningkat 19 persen secara tahunan (year on year/yoy).
"Seluruh hal yang kita targetkan tentu merupakan pekerjaan rumah kita semua di tahun ini, seluruh lini bisnis harus dapat menjalankan fungsi dan tugasnya dengan baik di tahun 2024, termasuk induk usaha maupun anak usaha dan entitas, guna mencapai pertumbuhan kinerja Perumnas yang jauh lebih agresif ke depannya,” jelas Budi.