Jakarta, Properti Indonesia – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus melanjutkan pembangunan infrastruktur di Indonesia, salah satunya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Hingga saat ini sudah ada tiga infrastruktur baru yang sedang dibangun di Sumbar.
Pembangunan infrastruktur dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan konektivitas baik usaha mikro kecil menengah (UMKM) maupun sektor pariwisata.
Dilansir dari laman PUPR, Senin (12/7), Ketiga proyek infrastruktur tersebut diantaranya revitalisasi Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang (SRG) di Kabupaten Solok Selatan, pembangunan Pasar Rakyat Pariaman di Kota Pariaman, dan Pembangunan Jalan Tol Padang-Sicincin.
Revitalisasi Kawasan Nagari Seribu Rumah Gadang (SRG) dilakukan melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumatera Barat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, merupakan tindak lanjut atas pencanangan Presiden Joko Widodo saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Padang, Februari 2018 lalu.
Revitalisasi tersebut meliputi pemugaran 32 rumah gadang, penataan lanskap kawsan, pembangunan menara songket sebagai landmark serta pembangunan fasilias-fasilitas untuk wisatawan. Revitalisasi tersebut menggunakan biaya APBN tahun 2019-2020 sebesar Rp67 miliar.
Kemudian revitalisasi Pasar Pariaman melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sumaera Barat yang telah dimulai sejak Desember 2019 lalu dengan anggaran senilai Rp89,7 miliar dan Manajemen Konstruksi (MK) senilai Rp2,8 miliar. Pasar ini dibangun di atas lahan seluas 5.431 meter persegi dan dapat menampung sebanyak 562 pedagang dengan jumlah kios sebanyak 362 kios dan los yang mampu menampung 200 pedagang.
Selanjutnya, melalui Baai Pelaksanaan Jalan Nasional III Sumatera Barat, Ditjen Bina Marga tengah melaksanakan pembangunan Tol Sirip Pekanbaru-Padang Seksi Padang-Sicincin sepanjang 36,6 km yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera.
Saat ini progres fisik Tol Padang-Sicincin telah mencapai 40,81%. Jalan Tol Padang-Pekanbaru sendiri membentang sepanjang 256 km dan terbagi menjadi enam seksi, yaitu Seksi I Padang – Sicincin, Seksi II Sicincin – Bukittinggi, Seksi III Bukittinggi – Payakumbuh, Seksi IV Payakumbuh – Pangkalan, Seksi V Pangkalan – Bangkinang dan Seksi VI Bangkinang – Pekanbaru. Tol ini akan ditargekan beroperasi pada tahun 2025.