Pembangunan Infrastruktur KIT Batang Selesai Akhir Tahun 2023

Pembangunan Infrastruktur KIT Batang Selesai Akhir Tahun 2023
Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang (Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, Properti Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa tengah akan selesai pada akhir tahun 2023. 

"Pembangunan kawasan industri ini merupakan pola baru karena menggunakan tanah negara dan fasilitas yang disediakan pemerintah, seperti jalan, air, sanitasi, dan perumahan sehingga investor yang datang hanya perlu membangun pabrik dan langsung beroperasi," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Rabu (2/8). 

Lanjut Basuki, pihaknya telah membangun infrastruktur sebagai sarana untuk mendukung percepatan PSN pengembangan KIT Batang. Dukungan infrastruktur utamanya untuk mempermudah akses kawasan, pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), penyediaan hunian pekerja hingga pengolahan sampah. Pembangunan tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp2,8 triliun. 

Sebagai rincian, pada infrastruktur konektivitas, Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan jalan kawasan dan akses menuju KIT Batang sepanjang 50,2 km dan 10 jembatan sepanjang 667 meter dengan total anggaran Rp1,82 triliun. Pembangunan tersebut diawasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah - DI Yogyakarta, Ditjen Bina Marga pada 2020-2022. 

Kemudian pembangunan drainase utama (bendung) KIT Batang oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, untuk mengendalikan banjir kawasan seluas 450 hektar. Pembangunannya dimulai 2021 dengan biaya APBN Rp46 miliar. Ditjen SDA juga membangun penyediaan air baku dari Sungai Urang paket 1 dan 2 berbentuk embung/reservoir dengan kapasitas tampung 1 juta m3. 

Sumber air tersebut dimanfaatkan untuk penyediaan air minum KIT Batang dengan membagun Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Tengah, Ditjen Cipta Karya. Proyek ini dikerjakan pada 2021-2023 dengan kontraktor PT Duta Rama-PT Gala Karya (KSO) dengan nilai kontrak Rp166 miliar. Progres pembanguan hingga Juni 2023 mencapai 86,7 persen dan ditargetkan selesai tahun ini. 

BPPW Jawa Tengah juga membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) berkapasitas 18.000 m3 per hari. KIT Batang terintegrasi dengan limbah domestik dari tenant yang telah dilakukan pretreatment dengan teknologi pengolahan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). Pembangunan dimulai Desember 2021 dengan dana Rp344 miliar, dan saat ini telah mencapai 80 persen. 

Selanjutnya adalah pembangunan tempat pemrosesan sampah terpadu (TPST) berkapastas 140 ton per hari. Untuk mendukung kawasan Fase I seluas 450 hektar telah diselesaikan pembangunan 1 unit hanggar berkapasitas pengolahan 35 ton per hari beserta bangunan pendukung untuk mengolah sampah domestik dari tenant, rumah susun, dan lainnya. 

Tags
#Infrastruktur #Berita Properti #Kementerian PUPR #properti