Pelonggaran Aturan Hipotek Dorong Pemulihan Properti di China

Pelonggaran Aturan Hipotek Dorong Pemulihan Properti di China
Apartemen di Beijing (Financial Times)

Jakarta, Properti Indonesia – Sektor properti di China yang telah anjlok dalam beberapa waktu terakhir diprediksi akan kembali mengalami penurunan penjualan di tahun 2023 ini, meskipun laju penurunannya akan melambat berkat dukungan dari pemerintah China yang mencabut kebijakan anti-Covid yang ketat di sana.  

Dilansir dari Reuters, Jumat (6/1), penjualan properti diperkirakan akan turun rata-rata 8 persen di tahun ini, meskipun lebih kecil jika dibandingkan dengan penurunan sekitar 25 persen pada tahun 2022. Hal ini karena aktivitas ekonomi, pendapatan rumah tangga, dan kepercayaan konsumen perlahan mulai pulih, setelah sebelumnya sentimen pembelian terhambat karena lockdown.

Kebijakan dari pemerintah akan meluncurkan lebih banyak dukungan untuk merangsang permintaan rumah di tahun ini, sebagai bagian dari tujuan Beijing untuk meningkatkan ekonomi sebesar USD17 triliun setelah penurunan yang tajam akibat pandemi pada tahun lalu.

Kebijakan tersebut mencakup penurunan lebih lanjut suku bunga pinjaman hipotek dan persyaratan uang muka, serta melonggarkan pembatasan pembelian rumah di kota-kota besar. Selain itu, otoritas perumahan China juga berjanji untuk memberikan dukungan kepada pemeli rumah pertama kali dengan mengizinkan uang muka yang lebih kecil serta memotong suku bunga hipotek.

Tags
#hunian #Berita Properti #properti #China