Menteri BUMN Tinjau Progres Jalan Tol Bali Mandara untuk Presidensi G20 Indonesia 2022

Menteri BUMN Tinjau Progres Jalan Tol Bali Mandara untuk Presidensi G20 Indonesia 2022
Kunjungan Menteri BUMN dalam meninjau progress beautifikasi Jalan Tol Bali Mandara (Dok. Jasa Marga)

Jakarta, Properti Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melakukan peninjauan progres pembangunan Jalan Tol Bali Mandara, untuk memastikan kesiapan dalam mendukung penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia tahun 2022. Jalan Tol Bali Mandara dikelola oleh anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Jasamarga Bali Tol (JBT).

Dalam kunjungannya, Menteri BUMN Erick Thohir bersama jajarannya memonitor progres pekerjaan penataan lansekap dan beautifikasi Jalan Tol Bali Mandara. Jalan tol ini juga memiliki peranan penting dalam menghubungkan segitiga emas antara Ngurah Rai, Benoa, dan Nusa Dua dengan waktu dan jarak tempuh yang lebih efektif dan efisien.

Erick meminta agar Jasa Marga dan PT JBT memastikan kembali untuk pemilihan tanaman yang akan digunakan dalam program penghijauan di Jalan Tol Bali Mandarada dapat hidup sesuai dengan kondisi lingkungan di jalan tol itu sendiri.

“Pastikan juga jenis tanaman yang dipilih tidak membahayakan pengguna jalan karena keselamatan mereka tetap yang utama. Untuk penyiraman tanaman juga bisa memanfaatkan teknologi. Selain melakukan penghijauan, seluruh gerbang tol agar dilakukan perapian,” ujar Erick dalam keterangan tertulis, dilansir dari jasamarga.com, Selasa (28/12).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menyampaikan bahwa dukungan Jasa Marga dalam penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia Tahun 2022 selaras dengan komitmen untuk mewujudkan jalan tol berkelanjutan.

Sebagian besar program beautifikasi yang dilakukan PT JBT merupakan penanaman sejumlah pohon dan tanaman yang sejalan dengan fokus implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Jasa Marga yang berbasis Sustainability Development Goals.

“Hal ini sebagai wujud nyata untuk mengurangi dampak lingkungan dari adanya pembangunan dan pengoperasian jalan tol, seperti mengurangi pencemaran udara, menyerap kebisingan hingga pemecah angin untuk efek hempasan angin pada pengendara. Jadi, tidak hanya untuk estetika semata, tapi memiliki manfaat juga untuk keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” jelas Subakti.

Adapun penyelesaian seluruh program beautifikasi Jalan Tol Bali Mandara ditargetkan selesai pada Juni 2022, yang sebelumnya ditargetkan selesai pada Agustus 2022. Saat ini beberapa tahapan awal pekerjaan seperti penanaman Blue Grass dan Jepun Bali telah dilakukan di Akses Benoa serta pembuatan awal taman di Gerbang Tol (GT) Benoa dan di GT Nusa Dua. Nantinya, dalam pembuatan taman di gerbang tol, tanamannya beragam mulai dari Jepun Bali, Palm Kuning, Bakung Laut, Bougenvile hingga Naupaka.

Tags
#Infrastruktur #Berita Properti #properti #jalan tol #Jasa Marga #bali