Knight Frank: Kredit Sektor Properti Diperkirakan Terus Bertumbuh

Knight Frank: Kredit Sektor Properti Diperkirakan Terus Bertumbuh
properti (freepik)

Jakarta, Properti Indonesia – Turunnya kasus harian Covid-19 yang ditandai dengan melonggarnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Oktober 2021 ke level 2 kembali menggiatkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7,07% pada kuartal II 2021. 

Pertumbuhan signifikan terjadi di bidang transportasi dan pergudangan yang meningkat sebesar 25,1 persen hingga industri pengolahan sebesar 6,58 persen.

Tren perbaikan ekonomi makro dan stabilitas keuangan Indonesia erat kaitannya dengan perkembangan sektor properti. Kenaikan kurva ekonomi secara tidak langsung memberikan multiplier effect pergerakan lanjutan di sektor properti. Namun kasus gagal bayar hutang Evergrande, sejumlah USD300 miliar, dikhawatirkan bisa berimbas ke Indonesia.

Baca Juga : Pasokan Kondominium di Jakarta Bertambah 223 Ribu Unit di Semester I 2021

“Indonesia harus waspada dalam menghadapi dampak negatif dari Evergrande yang berhubungan erat dengan jumlah investasi asing ke Indonesia,” ujar Willson Kalip, Country Head Knight Frank Indonesia, dalam keterangan tertulis, Selasa (26/10).

Program pembangunan infrastruktur dari pemerintah dalam dua periode terakhir, merupakan tulang punggung bagi bergeraknya ekonomi. Dimana dengan infrastruktur yang baik dan perencanaan master plan yang matang, sektor properti berbagai lokomotif perekonomian dapat ikut tergerak dan mendorong sektor lainnya untuk tumbuh dan berkontribusi dalam pemulihan ekonomi nasional.

Lanjut Willson, agar sektor properti dapat terus berkontribusi secara sehat dalam siklus perekonomian, nilai supply dan demand pada sektor ini perlu dipantau agar tetap seimbang. Adapun porsi alokasi kredit perbankan ke sektor properti dan turunnya terlihat masih sehat. Institusi keuangan dan bank sebagai sumber dana utama dinilai masih memiliki cukup banyak ruang untuk membantu berkembangnya sektor properti.

Baca Juga : Knight Frank: Tingkat Hunian Kantor di CBD Turun 2% Semester I 2021

“Angka kredit properti di Indonesia masih dapat tumbuh hingga mencapai angka 20-22%,” imbuh Willson.

Ditambah, populasi Indonesia yang besar juga mendukung ketahanan (resiliensi) dan perkembangan sektor properti. Dukungan pihak asing juga dinilai penting sebagai pendukung tumbuhnya pasar properti nasional. Adanya permintaan yang datang dari eksternal atau negara sing dapat menjadi pendongkrak sektor properti di Indonesia. Hal ini dinilai sebagai salah satu solusi dapat tercapainya keseimbangan antara angka pasokan dan permintaan properti.

Hal yang sama disampaikan oleh para pengembang properti lokal yang menginginkan adanya perluasan pasar yang dapat menjangkau pasar asing.

“Saat ini para pengembang lokal masih menunggu peraturan turunan dari Undang-Undang Omnibus sehubungan dengan regulasi investor asing untuk berinvestasi di Indonesia,” jelas Strategic Consultancy Director Knight Frank Indonesia, Sindiani S. Adinata.

Lebih lanjut, Knigt Frank Indonesia dalam publikasi Jakarta Property Highlight 1H 2021, sektor industri tumbuh terbaik selama pandemi dengan penambahan pasokan sebesar 2,65 persen lebih tinggi dari semester sebelumnya.

“Sementara sektor perkantoran dan ritel diprediksi akan bergerak positif sesuai pengendalian dan perbaikan ekonomi nasional,” jelas Sindiani.

 

Tags
#Berita Properti #properti #Sektor Properti #knight frank