Kinerja Jababeka Terkoreksi di Semester I 2021

Kinerja Jababeka Terkoreksi di Semester I 2021
Proyek hunian Jababeka (Jababeka)

Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Jababeka Tbk (KIJA) pada semester I 2021 mencatatkan total pendapatan sebesar Rp1,11 triliun atau turun 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,25 triliun. Pendapatan Perseroan dari Pilar Land Development & Property juga mengalami penurunan pendapatan sebesar 34% menjadi Rp436,3 miliar di semester I 2021, dari Rp663,1 miliar di tahun sebelumnya. 

Dilansir dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Sabtu (28/8), penurunan pendapatan Perseroan disebabkan oleh menurunnya penjualan produk industri, yang meliputi tanah matang dan tanah dengan bangunan pabrik, masing-masing dari Rp 528,9 miliar dan Rp 30,8 miliar pada semester I 2020 menjadi masing-masing Rp 217,5 miliar dan Rp 19,1 miliar pada semester I 2021.

Sebagai tambahan, penjualan tanah matang dari Cikarang dan Kendal masing-masing sebesar Rp 31,6 miliar dan Rp 495,4 miliar pada semester I 2020 dibandingkan dengan Rp 37,8 miliar dan Rp 185,2 miliar pada semester I 2021.

Kemudian untuk pendapatan pilar infrastruktur meningkat 15% menjadi Rp 630,4 miliar pada semester pertama tahun 2021, dibandingkan Rp 548,1 miliar pada periode yang sama tahun 2020.

Baca Juga: Hadirkan Fasilitas Fablab dan Gandeng Indogen Capital, Keseriusan Jababeka Bangun Ekosistem Industri 4.0

Semua segmen infrastruktur mengalami peningkatan pada semester I 2021 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2020 dengan Bekasi Power sebagai kontributor utama peningkatan ini, yang mengalami peningkatan pendapatan sebesar Rp 53,8 miliar karena pembangkit listrik beroperasi lebih banyak di semester I 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

Selanjutnya, terjadi peningkatan volume peti kemas yang ditangani di dry port, naik 17% dari 31.506 TEU di semester 1 2020 menjadi 36.717 TEU di semester 1 2021. Penyediaan volume air bersih dari layanan infrastruktur Perseroan mengalami peningkatan sebesar 5% dari 6,6 juta meter kubik pada semester I 2020 menjadi 6,9 juta meter kubik pada semester I2021, sedangkan volume pengolahan air limbah menurun sebesar 2% pada periode yang sama, namun menunjukkan trend positif.

Pilar Leisure & Hospitality membukukan peningkatan pendapatan menjadi Rp 49,7 miliar pada semester pertama 2021, dari Rp 40,3 miliar di tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan terutama hasil dari kinerja subsegmen golf dan pariwisata. Segmen golf berkontribusi 65% terhadap total pendapatan pilar Leisure & Hospitality di semester pertama tahun 2021.

Pendapatan berulang dari bisnis infrastruktur sebesar 56% dari total pendapatan pada semester pertama tahun 2021, dibandingkan dengan 44% pada semester pertama tahun 2020.

Baca Juga: Jababeka Terbitkan Surat Utang Global Senilai Rp5 Triliun

KIJA membukukan rugi bersih sebesar Rp 105,6 miliar pada semester pertama tahun 2021 dibandingkan rugi bersih sebesar Rp 12,4 miliar pada periode yang sama tahun 2020. Hal tersebut disebabkan oleh pergerakan selisih kurs dimana Perseroan membukukan rugi selisih kurs sebesar Rp 112,5 miliar pada semester I 2021 dibandingkan rugi selisih kurs sebesar Rp 66,1 miliar di periode yang sama tahun 2020.

EBITDA Perseroan pada semester pertama tahun 2021 tercatat sebesar Rp 330,5 miliar, turun 12% dibandingkan Rp 375,2 miliar pada semester 1 2020, sebagian besar sejalan dengan penurunan pendapatan dan laba kotor.

Dalam hal penjualan real estat secara marketing, Perseroan mencatat Rp 526,0 miliar pada semester pertama tahun 2021, lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp 255,5 miliar pada semester 1 2020.

Marketing sales dari Cikarang menyumbang 74%, Kendal dan lain-lain 26%. Penjualan dari produk industri (tanah dan tanah dengan standar bangunan pabrik) memberikan kontribusi sebesar 73%, sedangkan segmen residensial atau komersial dan lainnya memberikan kontribusi sisanya sebesar 27%.

 

Tags
#Pengembang #Developer #Jababeka #Industri #Berita Properti #properti