Faktor Perubahan Perilaku Konsumen, H&M Pilih Tutup 350 Gerai Tahun Ini

Faktor Perubahan Perilaku Konsumen, H&M Pilih Tutup 350 Gerai Tahun Ini
gerai pakaian H&M (Grand Indonesia)

Jakarta, Properti Indonesia – Gerai ritel pakaian asal Swedia, H&M, berencana akan menutup 350 gerai pada tahun ini. Penutupan gerai ini dikarenakan perubahan perilaku pelanggan dan digitalisasi sehingga saat ini H&M juga melakukan penjualan secara online.

Meskipun pendapatan perusahaan mulai pulih seperti pada tahun 2019 lalu. Dilansir dari retaildetail.eu, Rabu (7/7), pendapatan penjualan perusahaan naik 75% menjadi 46,5 miliar Kronor Swedia per Mei 2021. Pada penjualan online pendapatannya meningkat 40% dan membuat laba bersih perusahaan sebesar Rp2,7 miliar Kronor Swedia per Mei 2021. Kemudian penjualan H&M kembali pulih pada Juni 2021.

CEO H&M Helena Helmersson mengatakan bahwa perusahaan kembali ke level sebelum pandemi. Adapun pada saat ini H&M telah menutup hingga 90 gerai dan akan berlanjut sampai akhir tahun.

Langkah penutupan gerai ini bertujuan untuk mengurangi efek negatif dari pembatasan sosial atau lockdown wilayah di berbagai negara yang masih terus berlanjut. Penjualan secara digital yang dilakukan H&M di seluruh penjualan akan terus terintegrasi dan lebih efisien serta berfokus kepada pelanggan.

Pertumbuhan toko online akan menguntungkan dan mengoptimalisasi bagi toko offline dan berkontribusi pada pertumbuhan jangka panjang yang menguntungkan bagi perusahaan.

Tags
#Berita Properti #Bisnis Properti #properti #ritel