Jakarta, Properti Indonesia - Pada awal Maret 2020 lalu, Indonesia mengonfirmasi kasus pertama terinfeksinya salah satu pasien virus corona penyebab Covid-19. Sejak kejadian luar biasa tersebut, berbagai dampak negatif langsung dirasakan masyarakat termasuk pelaku usaha, tak terkecuali para developer properti. Indikator penurunan ini terlihat dari penjualan properti yang mengalami penurunan signifikan hampir di seluruh sub sektor, baik kelas bawah maupun kelas atas.
Komisaris Utama PT Metropolitan Land, Tbk. Nanda Widya mengatakan, ada beberapa strategi yang dapat dilakukan pengembang agar tetap bertahan di tengah pandemi Covid-19, diantaranya dengan menjaga cash flow perusahaan dan efisiensi.
“Strategi efisiensi ini dapat dilakukan dengan beberapa hal, misalnya mengurangi biaya perusahaan seperti gaji karyawan, biaya kantor dan lainnya. Efisiensi juga bisa dilakukan dengan menunda proyek yang membutuhkan dana besar serta memprioritaskan proyek yang bisa segera dijual,” jelas Nanda Widya, dalam diskusi yang digelar secara virtual, memperingati HUT REI ke-49 Tahun, Kamis (11/2).
Nanda menjelaskan, strategi lainnya yang harus dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan bank bila memang ada masalah terkait pinjaman serta fokus kepada proyek yang nilai jualnya di bawah Rp1 miliar. “Saat pandemi terbukti memang rumah kelas menengah yang lebih banyak dicari konsumen,” sebut Nanda.
HUT REI ke-49
Sementara itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, memperingati hari jadinya ke 49 tahun yang jatuh pada hari Kamis, (11/2), organisasi perusahaan properti Real Estate Indonesia (REI) menggelar acara syukuran secara daring. Selain potong tumpeng dan doa bersama, perayaan yang digelar secara sederhana di tengah pandemi Covid-19 ini juga menggelar webinar bertema “Industri Properti, Garda Terdepan Pemulihan Ekonomi Nasional”.

“Di tengah kondisi covid-19, bisa jadi tahun ini mungkin merupakan perayaan HUT REI yang paling sederhana. Meski begitu tetap tak mengurangi makna bagi kita untuk tetap bangkit dan membangun ekonomi nasional maupun membangun ekonomi para anggota REI di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida.
Menurut Totok, perayaan HUT kali ini menjadi momentum berharga untuk mereflesikan perjalanan panjang REI selama 49 tahun sebagai salah satu organisasi profesi terbesar di Indonesia. “Saat ini meski di tengah pandemi, hampir 5000 perusahaan masih tetap eksis dan bergabung ke dalam REI dan menjadikan REI sebagai organisasi profesi real estate terbesar di Indonesia,” sebut Totok optimis.