Jakarta, Properti Indonesia – Penyaluran kredit baru pada akhir tahun 2022 diperkirakan tumbuh sebesar 9,2 persen (year on year/yoy) atau meningkat dibandingkan pertumbuhan pada tahun 2021 sebesar 5,2 persen. Performa positif ini salah satunya ditopang oleh kredit pemilikan rumah (KPR).
Bank Indonesia (BI) dalam Survei Perbankan Triwulan II 2022 yang dirilis Selasa (29/7) lalu menyatakan, bahwa penyaluran kredit di kuartal kedua meningkat. Hal ini terindikasi dari nilai Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kredit baru sebesar 96,9 persen. Lebih tinggi dibandingkan SBT 64,8 persen pada kuartal sebelumnya.
Pada kuartal II 2022 terdapat tiga jenis kredit yang mengalami kenaikan SBT, baik kredit modal kerja (SBT 92,0%), kredit investasi (SBT 89,8%), maupun kredit konsumsi (SBT 74,0%). Pada kredit konsumsi, lonjakan SBT terbesar terjadi pada kartu kredit dan KPR. Adapun KPR dan KPA (Kredit Pemilikan Apartemen) pada kuarta II 2022 menjadi 68,2 persen dibandingkan kuartal I 2022 sebesar 28,9 persen.
Bank Indonesia memperkirakan penyaluran kredit pada kuartal III 2022 akan tumbuh positif meskipun sedikit melambat dibandingkan kuartal sebelumnya. Hal ini terindikasi dari SBT prakiraan permintaan kredit baru kuartal III 2022 sebesar 95,7 persen. Sedikit lebih rendah dibandingkan pada kuartal sebelumnya sebesar 97,9 persen. Dengan prioritas utama responden dalam penyaluran kredit baru di kuartal ketiga adalah kredit modal kerja, diikuti oleh kredit investasi dan kredit konsumsi.
“Pada jenis kredit konsumsi, penyaluran kredit kepemilikan rumah/apartemen masih menjadi prioritas utama, diikuti oleh kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. Berdasarkan sektor, penyaluran kredit baru pada kuartal III 2022 dipriroritaskan pada sektor perdagangan besar dan eceran, sektor industri pengolahan, dan sektor perantara keuangan,” jelas Bank Indonesia.