Bekasi, Properti Indonesia – Pengembang properti PT Summarecon Agung Tbk secara resmi memulai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang dirancang sebagai titik awal perubahan wajah kota melalui konsep Transit Oriented Development (TOD), yakni kawasan yang menempatkan transportasi massal sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi resmi dimulai pada Jumat (24/7). Proyek ini merupakan hasil kolaborasi PT Summarecon Agung Tbk bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kota Bekasi.
Groundbreaking dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Direktur Operasi Prasarana dan Keselamatan Wilayah I PT KAI Awan Hermawan Purwadinata, Managing Director Summarecon Herman Nagaria, serta President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi.
Diketahui, di tengah pertumbuhan penduduk dan tingginya mobilitas warga Bekasi menuju Jakarta, keberadaan stasiun baru ini diharapkan menjadi solusi atas kepadatan yang selama ini terjadi di Stasiun Bekasi.
Meski begitu, menurut Summarecon, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi bukan untuk menggantikan fungsi stasiun utama yang telah ada, melainkan memperkuat kapasitas layanan melalui sistem yang saling terintegrasi.
President Director PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P. Adhi mengatakan, kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan bagian dari upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap transportasi publik sekaligus mendukung pengembangan kawasan perkotaan yang berorientasi pada transportasi massal.

"Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi yang merupakan bagian dari TOD Summarecon akan membuat masyarakat Bekasi terhindar dari konsentrasi penumpukan penumpang. Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan, sedangkan Stasiun Bekasi yang ada saat ini tetap menjadi stasiun utama yang melayani masyarakat dari arah utara dan timur," ujar Adrianto.
Dirinya menegaskan, keberadaan Stasiun Bekasi Ekstensi tidak akan mengubah fungsi Stasiun Bekasi yang telah beroperasi selama ini. Sebaliknya, kedua stasiun akan saling melengkapi dalam melayani arus penumpang yang terus meningkat.
Karena itu, sebutnya, untuk memudahkan perpindahan penumpang, Stasiun Bekasi Ekstensi akan dihubungkan langsung dengan Stasiun Bekasi melalui skybridge. Dengan demikian, masyarakat dapat berpindah dari satu stasiun ke stasiun lainnya secara lebih mudah tanpa harus keluar dari kawasan stasiun.
"Jadi, ini bukan membangun stasiun baru yang berdiri sendiri atau menggantikan stasiun yang sudah ada. Justru keduanya akan terintegrasi dan saling melengkapi melalui skybridge. Langkah ini akan mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, meningkatkan konektivitas kawasan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan," katanya.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono menyambut baik pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi. Menurut dia, proyek tersebut tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kawasan perkotaan yang lebih produktif.
"Kami menyambut baik inisiatif ini. Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Harapannya menjadi kawasan yang semakin produktif, mendukung mobilitas, memudahkan aktivitas masyarakat, dan dikembangkan sesuai prinsip Transit Oriented Development Indonesia," ujar AHY.
Hal senada disampaikan Wakil Menteri Perhubungan Suntana yang menilai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi menjadi langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional yang kini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan prasarana.
"Ini merupakan lompatan besar dalam mewujudkan pengembangan kawasan berbasis TOD yang berdampak pada peningkatan kualitas tata ruang perkotaan serta mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal. Melalui perluasan Stasiun Bekasi, kita sedang merajut masa depan konektivitas perkotaan yang lebih modern untuk menampung peningkatan kapasitas layanan dan integrasi antarmoda yang seamless," ujarnya.
Stasiun Bekasi Ekstensi akan dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan tiga lantai tersebut akan dilengkapi koridor penghubung dan skybridge yang mengintegrasikan Stasiun Bekasi Ekstensi dengan Stasiun Bekasi eksisting.
Pembangunan stasiun ini menjadi tahap awal pengembangan kawasan TOD Summarecon. Pada tahap berikutnya akan dibangun jaringan transportasi massal sepanjang sekitar lima kilometer yang menghubungkan wilayah utara Kota Bekasi, kawasan Summarecon Bekasi, hingga Stasiun LRT Jabodebek.
Integrasi tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antarmoda sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Bagi Summarecon, pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi merupakan kelanjutan investasi infrastruktur yang telah dimulai sejak mengembangkan Summarecon Bekasi pada 2010. Saat itu Summarecon membangun Fly Over KH Noer Ali sepanjang sekitar satu kilometer yang menghubungkan wilayah utara dan selatan Kota Bekasi sekaligus membantu mengurai kemacetan di Jalan Perjuangan.