Jakarta, Properti Indonesia - Berbagai strategi dan kebijakan terus dilakukan Pemerintah untuk kembali menggairahkan sektor properti yang sejak beberapa tahun terakhir terus mengalami perlambatan akibat krisis ekonomi global dan pandemi Covid-19.
Beberapa kebijkan tersebut diantaranya dengan pemberian insentif serta stimulus melalui keringanan suku bunga dan pajak, bahkan baru-baru ini Bank Indonesia mengeluarkan kebijakan relaksasi terkait rasio loan to value/financing to value atau LTV/FTV untuk kredit pembiayaan properti menjadi maksimal 100 persen.
Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group, menuturkan, kebijakan moneter Pemerintah melalui Bank Indonesia untuk terus melakukan koreksi dan menurunkan suku bunga Bank Indonesia merupakan langkah positif bagi pertumbuhan bisnis properti. Karena itu dirinya optimis pada tahun 2021 industri properti akan bergerak seperti sebelum pandemi.
Raditya mencontohkan, produk-produk yang memiliki lokasi strategis dan memiliki konekvitas dengan infrastruktur dan moda transportasi lebih diminati konsumen. “Dekat dengan jalan tol, dekat dengan moda transportasi seperti LRT, MRT, Busway dan lainnya akan memudahkan beraktifitas,” tegasnya.
Selain itu, kondisi pasar yang masih hati-hati dalam mengeluarkan dananya akan membuat konsumen selektif mengeluarkan uangnya. Namun tuntutan untuk memiliki tempat tinggal tetap tinggi, apalagi segmen milenial.
“Perilaku pasar ini pun disadari oleh developer dengan meluncurkan proyek hunian dengan harga terjangkau yang menyasar kaum milenial, sehingga mereka pun akan dimanjakan dengan tawaran harga dan promosi pembayaran yang memudahkan,” jelasnya.
Ciputra Group sendiri, ungkap Raditya, dalam waktu dekat akan menggelar pemilihan unit untuk apartemen Citra Landmark di Jakarta Timur pada Maret 2021 mendatang. Menurut Raditya, Nomor Urutan Pesanan (NUP) saat ini sudah mencapai 566 NUP dari jumlah unit tower pertama yang dipasarkan sebanyak 519 unit.
“Kami yakin, hingga waktu yang kita tentukan jumlah pemesanan unit akan mencapai di angka 800-an. Menariknya dari total peminat yang sudah pesan nomor unit tersebut, hampir setengahnya didominasi oleh generasi milenial. Ini sesuai target pasar Citra Landmark yang menyasar segmen usia muda,” sebutnya.
Citra Landmark dikembangkan di atas lahan seluas 7 hektar tepatnya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Apartemen yang rencananya akan merangkum sebanyak 11 tower apartemen ini menawarkan beberapa pilihan tipe unit kamar, mulai dari tipe studio, tipe 2 kamar tidur dan tipe 3 kamar tidur. Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp300 jutaan.