Jakarta, Properti Indonesia – Water heater atau pemanas air merupakan teknologi yang mampu mengubah suhu air menjadi hangat secara otomatis. Pemanas air ini biasanya digunakan pada kamar mandi di penginapan atau hotel. Namun ,sekarang ini sudah banyak rumah tangga yang menggunakan alat ini. Water heater terhubung langsung dengan pipa saluran air dan penggunaanya cukup praktis dengan hanya menekan tombol sehingga tidak perlu lagi memasak air menggunakan kompor.
Water heater juga sudah banyak ditemukan di pasaran dengan desain dan harga bervariasi. Mulai menggunakan gas, listrik, dan surya. Sebelum menggunakan water heater, perlu perhatikan cara penggunaan dan perawatannya agar tidak menimbulkan bahaya seperti korsleting. Berikut ini beberapa tips yang digunakan sebelum menggunakan water heater.
1. Menentukan jenis water heater
Water heater memiliki sistem pemanas yang berbeda, seperti menggunakan listrik, gas, solar, dan heatpump. Jenis-jenis water heater tersebut memiliki cara penggunaan yang berbeda sehingga harus memahami cara kerja alatnya.
2. Sesuaikan dengan jumlah penghuni rumah
Selanjutnya sesuaikan jumlah penghuni rumah yang menggunakan water heater. Hal ini berkaitan dengan menentukan kapasitas tangki air yang diperlukan. Apabila menggunakan tangki dengan ukuran besar akan memakan waktu cukup lama untuk menunggu ketersediaan air panas. Idealnya, tangki berkapasitas 15 liter dapat digunakan untuk dua orang, sementara tangki ukuran 30 liter digunakan untuk 3-4 orang dalam sekali pakai.
3. Perhatikan daya listrik
Sebelum membeli water heater, perhatikan pilih yang sesuai dengan kapasitas daya listrik di rumah. Hal ini agar water heater dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas lainnya. Biasanya water heater membutuhkan daya sebesar 350 Watt atau lebih. Sementara water heater tanpa tangki bisa menggunakan air panas secara instan, tapi mengonsumsi listrik lebih besar sekitar 2.000-3.000 Watt. Anda dapat memilih water heater yang hemat energi.
4. Sistem keamanan water heater
Hal yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah sistem keamanan water heater. Pilihlah water heater yang aman untuk ibu hamil atau anak kecil. Water heater dengan sistem keamanan berlapis atau safety system dapat meminimalisir terjadinya kebocoran gas atau korsleting. Diantaranya seperti ELCB, safety device dan switch anti kontak pada bagian luar.
5. Cek instalasi pipa di rumah
Menggunakan water heater membutuhkan dua instalasi pipa, yaitu air panas dan dingin. Maka dari itu, Anda perlu memeriksa instalasi pipa di rumah terlebih dahulu. Apakah membutuhkan penambahan atau sudah cukup untuk dipasang water heater. Water heater biasa diletakkan di dalam kamar mandi, dan disarankan berdekatan dengan shower agar pipa air panas dapat bekerja maksimal.
6. Cek pemasangan water heater
Pemasangan water heater yang tidak tepat bisa menyebabkan kebocoran hingga korsleting listrik. Water heater sebaiknya diletakkan pada dinding yang kering dan tidak lembab. Sebelum memasang, pastikan listrik dipadamkan sebelum melakukan instalasi, beri jarak 15 cm antara pipa air panas dengan pipa air dingin, perhatikan pemasangan keran mixing, tempatkan water heater listrik setidaknya 1,5 meter dari lantai. Hal ini untuk menghindari komponen water heater terkena cipratan air.