Menduniakan Desain Asli Indonesia, Vinoti Living Gelar Kumpul Bersama Arsitek dan Desain Interior

Menduniakan Desain Asli Indonesia, Vinoti Living Gelar Kumpul Bersama Arsitek dan Desain Interior
Ki-ka : Halistya Pramana (Owner Vinoti Living), Diana Nazir (Desainer), Sri Murdini)ngsih (Pimpinan Majalah Asrinesia), Yori Antar (Arsitek), Heru Wicaksono (Moderator (Ist)

Jakarta, Properti Indonesia  - Majalah desain dan arsitektur Asrinesia bersama dengan Vinoti living -produsen material yang bergerak dalam industri furnitur, menggelar pertemuan kumpul bersama dengan para arsitek dan desainer interior guna membahas tentang desain kekinian bertema “Desain Kita Mau Dibawa Kemana”, Rabu, (26/01) lalu. 

 Pertemuan yang mengambil tempat di Vinoti Living  Head Office di Jalan Raya Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur tersebut dihadiri berbagai peserta yang berasal dari Jakarta, Bandung dan Surabaya. Event yang bertepatan dengan ulang tahun ke - 23 tahun Vinoti Living ini turut menghadirkan dua pakar di bidangnya masing masing yaitu arsitek Yori Antar dan Diana Nazir di bidang desain interior.

President Director sekaligus pemilik Vinoti Living, Halistya Pramana mengatakan, pertemuan ini dilakukan untuk mengenal lebih dekat lagi antara pihaknya dengan para arsitek dan desainer baik desain interior maupun desain produk, kontraktor serta pengusaha dibidang desain interior. “Pertemuan kolaborasi ini menjadi sangat penting, karena dengan kolaborasi kita akan lebih kuat dan menghasilkan karya yang lebih besar,” ujarnya.

Diana Nazir pendiri kantor konsultan interior  PT. Artura Insanindo, menuturkan, selama kurang lebih dua tahun  terakhir sebagian besar industri  terpengaruh oleh pandemi. Meski begitu, para pelaku di bidang desain dan arsitektur harus tetap mengamati tred dunia untuk mengetahui sejauh mana perkembangannya. “Kita harus melihat dan mempelajari proyek mana yang diterima oleh masyarakat dengan melakukan tren dengan pilihan produk handmade, material yang lebih alami, ringan dan konsen terhadap teknologi,” jelas Diana.

Menurutnya, Indonesia sangat kaya. Karena itu para pelaku industri ini harus mengambil ide benar-benar dari Indonesia. “Produk lokal dengan budaya tradisional harus di kedepankan. Karena budaya kita sangat diapresiasi oleh orang luar. Dengan demikian usunglah desain karakter Indonesia,” tutup Diana.

Sementara itu Arsitek Yori Antar yang kini dikenal sebagai  Pendekar Arsitektur Nusantara karena  fokusnya dalam melestarikan warisan arsitektur lokal, berharap jika para arsitek dapat memberi perhatian pada setiap desain hunian baru di era paska pandemi. “Jangan malu walau dikritik, karena dari kritik kita akan dapat informasi,” ungkap Yori.

Dirinya pun sangat mengharapkan agar kekayaan arsitektur nusantara tetap terjaga kelestarian dan keberlanjutannya dan dari segi pembelajaran dapat masuk ke dalam kurikulum pendidikan arsitektur di berbagai perguruan tinggi sambil membangun mindset baru.  “Arsitektur tradisional kita sebenarnya adalah arsitektur masa depan kita. Masalahnya adalah bagaimana tradisi tersebut bisa kita selamatkan, kita lestarikan, dan lalu tradisi itu kita bawa ke masa kini dan setelahnya ke masa depan. Jika kita berhasil membawa tradisi ini ke masa depan, artinya tradisi tersebut  nantinya akan diikuti oleh orang lain,” jelasnya.

Tags
#trend desain #interior #Arsitektur