Jakarta, Properti Indonesia – Tanggal 18 Maret merupakan Hari Arsitektur Nasional, menjadi peringatan untuk beragam arsitektur di Indonesia, serta sosok atau arsitek yang telah merancangnya. Arsitektur di Indonesia sendiri pun telah lama dipengaruhi oleh berbagai budaya dari luar sejalan dengan sejarah dan geografi Indonesia.
Mulai dari budaya Hindu, Budha, hingga Eropa. Hal tersebut dapat dilihat dari bangunan-bangunan bersejarah seperti candi, monumen, atau museum yang dapat dikunjungi sebagai tempat wisata. Berikut ini lima bangunan dengan arsitektur monumental yang ada di Indonesia.
Masjid Istiqlal
Masjid Istiqlal merupakan masjid milik negara Republik Indonesia yang letaknya berada di pusat Ibu Kota Jakarta, dan menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini dirancang oleh arsitek Federich Silaban dan mulai beroperasi sejak 22 Februari 1978. Nama Istiqlal yang berasal dari Bahasa Arab berarti ‘merdeka’, diartikan sebagai rasa syukur atas kemerdekaan negara Indonesia. Masjid ini juga merupakan bagian dari proyek pembangunan oleh Presiden RI pertama Ir Soekarno.
Setiap arsitektur di masjid ini memiliki arti tersendiri. Misalnya untuk kubah masjid memiliki ukuran 45 meter yang melambangkan tahun kemerdekaan RI pada 1945, dilengkapi dengan ukiran ayat kursi di bagian dalam kubah. Kemudian 12 tiang yang menopang masjid Istiqlal melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW pada 12 Rabiul Awal.
Selanjutnya balkon yang dirancang sebanyak empat lantai dan satu di lantai dasar. Hal ini melambangkan lima rukun Islam serta jumlah sila dalam Pancasila. Adapun menara masjid ini hanya satu yang melambangkan keesaan Allah dan tingginya mencapai 6.666 cm sebagai tanda keseluruhan jumlah ayat dalam Al-Quran.
Gedung Sate
Gedung Sate merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung. Gedung yang dibangun pada 1920 ini dulunya bernama Gouvernements Bedrijven, dirancang oleh arsitek De Roo dan G. Hendriks. Pembangunan gedung ini rampung pada September 1924.
Gedung ini memiliki arsitektur seperti bangunan Italia di masa reinaissance, sementara dinding fasad depan terdapat ornamen seperti candi-candi Hindu, dan atap pagoda bertingkat seperti arsitektur timur. Serta bagian ujung atapnya seperti tusuk sate yang terbuat dari perunggu.
Istana Bogor
Istana Bogor dibangun pada Agustus 1744 dan bangunan awalnya dirancang oleh Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff yang terinspirasi dari rancangan arsitektur Blehheim Palace. Awalnya Istana Bogor sebagai pencarian orang-orang Belanda yang bekerja di Batavia yang dulunya adalah Jakarta untuk mencari tempat tinggal.
Awalnya Istana Bogor dibangun sebanyak tiga lantai, namun rusak berat akibat gempa bumi dan letusan Gunung Salak pada 11 Oktober 1834, bangunan disesuaikan kembali. Kemudian di tahun 1850 menjadi istana paladian seluas 28,4 hektar dengan luas banguan 14.894 m2 dan dirancang dengan arsitektur Eropa abad ke-19.
Museum Fatahillah
Museum Fatahillah atau Museum Sejarah Jakarta, yang selama ini dikenal sebagai Kota Tua diresmikan sejak 30 Maret 1974 dan menyimpan banyak informasi tentang perjalanan Kota Jakarta dari pra-sejarah hingga sekarang pada benda-benda koleksi. Museum ini dibangun dengan gaya arsitektur abad ke-17, dengan barok klasik tiga lantai, dan dibangun di atas lahan sekitar 1.300 m2.
Kemudian pada 2014 Museum Fatahillah mulai direvitalisasi dengan pendekatan konservasi, yaitu dengan merehabilitasi bangunan-bangunan tua yang sudah lama tidak dihuni sekitar 85 bangunan. Pada 2021, kawasan museum dijadikan sebagai heritage tourism.