Indikator Pasar Hunian Primer Global Meningkat, Benarkah Sektor Properti Akan Pulih Lebih Cepat?

Indikator Pasar Hunian Primer Global Meningkat, Benarkah Sektor Properti Akan Pulih Lebih Cepat?
Hong Kong building (freepik.com)

Jakarta, Properti Indonesia – Lembaga konsultan Savills International mencatat, nilai modal pasar hunian utama (prime residential market) di 19 kota besar dunia pada tahun 2020 rata-rata naik sebesar 0,8%. 

 Hal ini tercatum dalam laporan bertajuk Savills World Cities Prime Residential yang diluncurkan pada akhir Januari 2021 lalu. “Index Pertumbuhan nilai utama rata-rata pada kota yang tergabung dalam indeks tetap positif dan kami berharap pertumbuhan ini meningkat pada tahun 2021,” ujar Jelena Cvjetkovic, Director Global Residential Savills Research.

Menurut Jelena, daya tahan pasar hunian primer sempat menjadi sorotan selama paruh kedua tahun 2020 akibat dampak yang ditimbulkan Covid-19. Namun, sektor ini dapat bertahan dan terbukti bertumbuh. “Pasar perumahan primer tidak kebal terhadap gangguan (covid-19), tetapi sejauh ini telah terbukti merupakan salah satu sub sektor yang paling tangguh dalam sektor properti.

Adapun, sejumlah negara dengan harga hunian primer paling tinggi berada di kawasan Asia, salah satunya Seoul, Korea Selatan. Tren di negara ini meningkat karena terbatasnya pasokan dan suku bunga yang cukup rendah. Aktivitas ekonomi di Seoul tahun lalu juga relatif tidak terpengaruh dampak pandemi karena menghindari kebijakan lockdown.

Kota-kota di China juga mengalami kinerja yang baik selama satu tahun terakhir. PDB negara ini meningkat sebesar 2% dibandingkan kontraksi 4% untuk PDB global, menurut Oxford Economics. Sementara di Eropa, dinamika penawaran dan permintaan terus terjadi dan menjadi pendorong penting bagi nilai hunian premier. Banyak kota dengan pasokan yang rendah juga mengalami pertumbuhan harga positif seperti Berlin, Amsterdam, dan Paris.

Savills melaporkan, faktor kenaikan harga rata-rata pada kota-kota dalam daftar World Cities Prime Residential terjadi setelah produk domestik bruto (PDB) global mulai pulih dari dampak pandemi Covid-19. Hal ini karena didukung adanya pelonggaran pembatasan wilayah (lockdown), suku bunga yang rendah, kebijakan stimulus dan demand yang kuat. “Ketika berita positif mengenai peluncuran vaksin Covid-19 muncul di banyak negara, kami mengharapkan akan muncul pemain terkuat lainnya pada tahun yang akan datang,” jelas Jelena.

Sementara itu, memasuki tahun 2021, meski masih dibayangi sejumlah ketidakpastian ekonomi akibat pandemi, pasar properti hunian  primer diperkirakan akan tetap aktif. Savills memperkirakan hunian primer pada 30 kota yang masuk dalam Indeks World Cities Prime Residential mengalami pertumbuhan nilai modal rata-rata sebesar 1,6% untuk tahun 2021. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain, permintaan ruang yang lebih tinggi daripada pasokan dan suku bunga yang rendah.

Tags
#hunian #Berita Properti #properti #savills #Seoul #Inggris #global #eropa #Asia #New York