Desain Istana Negara Baru Dikritik, Jokowi Minta Banyak Pradesain dan Masukan Dari Masyarakat

Desain Istana Negara Baru Dikritik, Jokowi Minta Banyak Pradesain dan Masukan Dari Masyarakat
Pradesain istana negara oleh Nyoman Nuarta yang diunggah Presiden Joko Widodo di Twitter (Properti Indonesia/Silvia)

Jakarta, Properti Indonesia – Rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur oleh pemerintah mulai terealisasi secara bertahap. Pelaksanaan pembangunan kawasan ibu kota baru ini rencananya akan berfokus pada peran pengusaha nasional, dan ditargetkan akan baru digunakan pada 2024 mendatang meski belum semua aktivitas maupun fasilitas dilaksanakan.

Saat ini pemerintah tengah merancang desain istana negara untuk ibu kota negara baru. Namun belum lama ini, kalangan arsitek dan pemerhati bangunan memprotes desain bangunan untuk Ibu Kota Negara (IKN) tersebut. Diantaranya dari Asosiasi Profesi Ikatan Arsitek Indonesia, Ikatan Arsitek Indonesia, Green Council Indonesia, Ikatan Ahli Rancang Kota Indonesia, Ikatan Arsitek Lanskap Indonesia, dan Ikatan Ahli Perencanaan Wilayah dan Kota.

Diketahui, desain istana negara baru tersebut berbentuk burung garuda besar yang sedang melebarkan sayap di belakang gedun. Namun para arsitek mengatakan jika bentuk istana tersebut tidak mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital dan model bangunan sehat beremisi nol. Mulai dari perancangan, konstruksi, hingga perawatan gedung.

“Bangunan istana negara berbentuk burung Garuda atau menyerupai Garuda merupakan simbol di dalam bidang arsitektur tidaklah mencirikan kemajuan peradaban bangsa Indonesia di era digital,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Jumat (2/4) lalu.

Gedung yang dirancang oleh Nyoman Nuarta, seniman patung yang membuat patung Garuda Wisnu Kencana, dinilai tidak mencerminkan upaya pemerintah dalam pembangunan forest city atau kota berwawasan lingkungan, dan asosiasi arsitek menyarankan bahwa garuda hanya dijadikan sebagai monumen atau tugu untuk landmark saja.

Namun, Presiden Joko Wiodo mengatakan bahwa desain gedung istana tersebut hanyalah pradesain, yang tahun lalu Kementerian PUPR undang beberapa arsitek dan seniman untuk memberikan masukan mengenai bangunan ikonik ibu kota negara baru.

“Tahun lalu, Kementerian PUPR mengundang beberapa arsitek dan seniman untuk memberikan masukan dan bangunan ikonik di Ibu Kota Negara yang baru,” ujar Presiden Jokowi, Jumat (2/4) melalui akun Instagramnya.

Jokowi menambahkan bahwa Istana Negara yang akan dibangun tidak hanya sebagai tempat presiden bekerja, tetapi dapat dikenang yang mencerminkan kemajuan bangsa. Pihaknya juga telah berencana mengundang para arsitek dan ahli lainnya untuk memperbanyak pradesain dan masukan dari masyarakat yang bisa digunakan untuk desain istana negara. “Saya mengharapkan masukan dari Anda semua tentang pradesain,” katanya.

 

 

Tags
#Berita Properti #Arsitektur #istana negara